Pemprov Aceh Bentuk Tim Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

- Pemprov Aceh membentuk tim lintas instansi untuk menelusuri kelangkaan semen dan BBM, termasuk dugaan penyimpangan distribusi hingga tingkat pengecer.
- PT Solusi Bangun Andalas menyebut lonjakan permintaan mempercepat penyerapan stok semen meski produksi normal; pemerintah tetap menelusuri penyebab dan menyiapkan tindak lanjut hukum.
- Sidak di dua SPBU Banda Aceh menemukan barcode Subsidi Tepat tak sesuai nomor polisi serta antrean mencurigakan; stok BBM dilaporkan tersedia dan belum ada bukti penyimpangan.
Banda Aceh, IDN Times - Pemerintah Aceh membentuk tim untuk menelusuri penyebab kelangkaan semen dan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah wilayah. Tim tersebut juga akan mengusut dugaan penyimpangan distribusi hingga ke tingkat pengecer.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan pemerintah tidak akan mentolerir segala bentuk tindakan yang sengaja menyebabkan kelangkaan komoditas strategis tersebut.
"Apapun bentuk perbuatannya yang merugikan masyarakat, pasti diambil tindakan," kata Nurlis dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (31/7/2026).
1. Gubernur bentuk tim khusus telusuri penyebab kelangkaan

Nurlis mengatakan Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Aceh M Nasir Syamaun membentuk tim untuk mengurai persoalan kelangkaan semen dan BBM.
Tim tersebut dikoordinasikan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, Teuku Robby Izra, dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), serta Biro Perekonomian Setda Aceh.
Menurut Nurlis, setiap indikasi pelanggaran akan didorong untuk ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.
"Pemerintah Aceh memahami keresahan masyarakat apabila terjadi gangguan pasokan BBM maupun semen, mengingat kedua komoditas tersebut merupakan kebutuhan strategis yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan, dan kehidupan masyarakat," ujarnya.
2. Pemprov telusuri distribusi semen hingga tingkat pengecer

Menindaklanjuti kelangkaan semen, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Teuku Adi Darma, telah meminta penjelasan kepada PT Solusi Bangun Andalas (SBA).
Berdasarkan keterangan perusahaan, lonjakan permintaan di sejumlah wilayah menyebabkan stok lebih cepat terserap, sementara aktivitas produksi tetap berjalan normal.
Meski demikian, Pemerintah Aceh menyatakan akan terus menelusuri penyebab kelangkaan hingga ke tingkat pengecer.
"Tentu saja jika ditemukan perbuatan yang menyebabkan keresahan di tengah masyarakat akan diambil tindakan, dan melibatkan aparat penegak hukum dari kepolisian di Aceh," kata Nurlis.
3. Sidak SPBU temukan barcode tak sesuai dan antrean mencurigakan

Selain semen, Pemerintah Aceh juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) pengendalian distribusi BBM di SPBU Lingke dan SPBU Lambhuk, Kota Banda Aceh, bersama Polda Aceh.
Dari hasil pemeriksaan, stok BBM dinyatakan masih tersedia dan penyaluran berjalan. Namun, petugas menemukan sejumlah kendaraan menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
Di SPBU Lambhuk, tim juga menemukan kejanggalan ketika banyak kendaraan keluar dari antrean saat petugas tiba di lokasi.
"Di SPBU Lambhuk ditemukan keanehan, ketika petugas sampai ke SPBU malah banyak kendaraan kocar-kacir keluar dari antrean. Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam administrasi antrean pengisian konsumen," ujar Nurlis.
Seluruh temuan tersebut telah didata untuk ditindaklanjuti bersama aparat terkait.
Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Aceh memastikan stok BBM bersubsidi maupun LPG tabung 3 kilogram masih dalam kondisi aman dan distribusi terus dioptimalkan.
Hingga kini, Pemerintah Aceh menyatakan belum menemukan bukti adanya praktik permainan atau penyimpangan distribusi BBM maupun semen. Namun, pengawasan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat, termasuk membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan dugaan penyimpangan di lapangan.



















