Medan, IDN Times – Harga semen sebagai bahan baku utama properti mengalami kenaikan signifikan dalam enam bulan terakhir. Hal ini dipicu kondisi geopolitik di Timur Tengah.
"Lonjakan harga ini dipicu oleh gejolak geopolitik perang Iran dan Amerika Serikat yang berdampak pada harga energi dan bahan baku manufaktur," jelasnya.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko bangunan di wilayah Sumatra Utara, harga satu merek semen yang sebelumnya dijual Rp57.000 per sak pada Februari 2026, kini sudah mencapai Rp80.000 hingga Rp85.000 per sak.
Artinya, harga semen naik sekitar 49% atau hampir setengah dari harga semula. Kenaikan paling terasa sejak pekan keempat April 2026 yang menyentuh Rp59.000 per sak. Pada Juni 2026 harga ditransaksikan di kisaran Rp60.000 per sak, dan melompat ke Rp80.000-an pada Juli 2026.
