Medan, IDN Times - Usianya sudah lebih dari satu abad. Namun, Stasiun Sei Bejangkar di Kabupaten Batubara tak pernah kehilangan denyutnya. Sejak 1915 hingga kini, stasiun peninggalan kolonial itu tetap menjadi andalan mobilitas warga pesisir timur Sumatra Utara.
Stasiun Sei Bejangkar pertama kali beroperasi pada 6 Agustus 1915. Saat itu, jalur Rantau Laban-Tanjungbalai yang dibangun perusahaan kereta api era kolonial, Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), resmi dibuka. Peluit kereta api untuk pertama kalinya menggema di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai
Lebih dari 111 tahun berselang, stasiun tersebut masih berdiri dan menjadi saksi dinamika kehidupan masyarakat.
