Kalah dari Sriwijaya FC, Kans PSPS Tipis Masuk 12 Besar

Pekanbaru, IDN Times - PSPS Riau tumbang di kandang sendiri oleh sang tamu Sriwijaya FC, dalam laga putaran kedua Liga 2 Indonesia, Kamis (30/11/2023) malam. Pertandingan tersebut, digelar di Stadion Kaharuddin Nasution, Kota Pekanbaru.
Dengan kekalahan tersebut, tim berjulukan Askar Bertuah itu semakin tipis untuk masuk ke 12 besar.
PSPS harus mengakui keunggulan Sriwijaya FC. Dimana, tim Laskar Wong Kito itu berhasil mencetak satu gol ke mulut gawang tuan rumah. Gol tunggal itu tercipta dari kaki pemain nomor 10 Sriwijaya FC, yakni Yevhen Bokhasvili di menit ke-76.
Pemain asing itu sebelumnya sempat menjebol gawang PSPS di menit ke-44 dengan sundulan kepalanya. Namun, oleh wasit, gol tersebut dianulir karena Yevhen Bokhasvili dianggap sudah offside terlebih dahulu.
Atas hasil laga tersebut, peluang PSPS Riau untuk maju ke babak PlayOff semakin tipis. Anak asuh Ridwan Saragih tertahan di posisi 5 klasemen sementara dengan poin 10. PSPS memiliki sisa dua pertandingan tandang ke Provinsi Sumatera Utara (Sumut).
1. Laga berlangsung keras

Permainan PSPS melawan Sriwijaya FC terlihat berlangsung keras. Terlebih tuan rumah dalam kondisi tertinggal. Terbukti ada tiga kartu merah dan 8 kartu kuning keluar dari kantong wasit.
Berawal pada menit ke-16, penyerang PSPS Bruno Silva mendapat kartu kuning, karena melakukan pelanggaran kepada pemain Sriwijaya FC. Pada menit ke-29, pemain Sriwijaya FC mendapat kartu kuning pertama, lantaran tangannya menyentuh bola.
Pada menit ke-82, Sriwijaya harus bermain 10 orang, setelah Amabel Ramansyah mendapatkan kartu kuning kedua saat melanggar Bruno Silva.
Selanjutnya pada menit ke-86, pemain PSPS Riau Andika Kurniawan juga mendapat kartu merah dari wasit pertandingan.
Terakhir, di menit ke-88, Pemain Sriwijaya FC Yevhen Bokhasvili mendapat kartu merah dari wasit setelah melakukan pelanggaran.
2. Pelatih PSPS belum mau angkat bendera putih

Usai pertandingan, pelatih PSPS Ridwan Saragih menyampaikan permohonan maafnya kepada suporter dan masyarakat Kota Pekanbaru.
"Mohon maaf, saya tidak bisa memberikan hasil yang maksimal pada malam ini," tutur.
Tidak banyak hal yang bisa disampaikannya. Meskipun begitu, saat ditanya apakah sudah mengangkat bendera putih, Ridwan dengan tegas mengatakan tidak.
"Saya selaku pelatih, selama kompetisi masih berjalan, tidak ada kata angkat bendera putih," tegasnya.
3. Pelatih Sriwijaya apresiasi anak asuhnya

Disisi lain, pelatih Sriwijaya Hendri Susilo tampak sumringah. Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi permainan yang ditampilkan anak asuhnya pada malam itu.
"Saya tidak banyak komen. Kita sudah sama-sama lihat tadi drama dilapangan seperti apa. Tapi yang jelas, saya mengapresiasi kerja keras anak-anak dilapangan tadi," tuturnya.
Terhadap salah seorang pemainnya yang mendapat insiden dilapangan dan dilarikan ke rumah sakit, ia mengklaim bahwa pemainnya itu sudah dalam kondisi baik.
"Ada insiden tadi, tapi menurut saya itu tidak disengaja. Kabar terakhir pemain saya itu sudah membaik," ujarnya.



















![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, Korban Terakhir Ditemukan Meninggal](https://image.idntimes.com/post/20260721/upload_5abc3b0371064cd5ae2ec9dd295507d4_a142c45b-e316-411c-90fd-dc2c39fb7b8c_watermarked_idntimes-1.jpg)

