Babak perempat final Liga Debat Mahasiswa 2026 dari Universitas Slamet Riyadi sebagai tim Pro berhadapan dengan Universitas Jember sebagai tim Kontra (Dok. IDN Times)
Tim Pro berargumen kesiapan Gen Z menjadi wirausahawan didukung dominasi ekosistem digital dan bonus demografi. Vania menyebut Gen Z ingin menjadi eksekutif agar bisa berkarya. "Kesiapan infrastruktur dan permodalan, pemerintah justru sudah menyiapkan," ujarnya.
Achmad Riyadi menambahkan, profesi yang paling sesuai untuk Gen Z adalah kewirausahaan. "Semakin banyak anak muda ingin solusi. AI dan ekonomi digital telah memangkas hambatan. Mari mengarah pada luar negeri, Singapura. Indonesia menghadapi momentum yang sama, bonus geografi menyerap UMKM dan tenaga kerja," kata Achmad.
Tim Pro juga menyorot data bahwa 80 persen Gen Z percaya bisa berwirausaha. Mereka mencontohkan program dari Kementerian Keuangan dan instansi lain seperti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha atau P2MW yang membuka akses modal.
"Seorang founder sekecil apapun tetap menciptakan lapangan kerja. Dunia ini memang membutuhkan para ahli dan penata koding, tapi jika semua orang hanya ingin menjadi pekerja, ekonomi akan mandek," tegas Vania.
Sementara, dari tim kontra menolak mosi dengan membawa data empiris dan analisis risiko. Algi Febriano menyebut mosi ini hanya membayangkan kesiapan, bukan realita.
"Kesiapan Gen Z sudah matang untuk jalur profesional. Pemerintah memberikan pajak yang terukur. Gen Z sudah dipersiapkan untuk itu," ujar Algi.
Baiq Silvia menekankan, dunia bisnis itu kompetitif dan penuh risiko. Ia mengutip data Kemenkop bahwa banyak UMKM gagal di tahun-tahun pertama. "Minat bukan berarti siap. Siap itu harus tahu ada atau tidaknya risiko. Survei mencatat kesiapan itu ada di pekerja profesional yang sudah disediakan pemerintah," katanya.
Tim Kontra juga menyorot beban Gen Z sebagai generasi sandwich. Mereka menyebut 69 persen Gen Z memastikan pendapatan melalui jalur profesional. "Pengusaha sukses itu justru usia 35 sampai 40 tahun. Korelasinya, usia 14 tahun belum memiliki karir apalagi pengalaman nyata," tambah Mustofa.
Debat ini relevan dengan kondisi ketenagakerjaan Gen Z saat ini. Berdasarkan data BPS 2023, tingkat pengangguran terbuka pada kelompok usia 15–24 tahun mencapai 16,47 persen. Sementara itu, minat milenial dan Gen Z untuk berwirausaha di Indonesia tercatat 69,1 persen.
Peran UMKM juga sangat besar bagi ekonomi nasional. Data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat kontribusi UMKM terhadap PDB nasional sebesar 61,07 persen atau senilai Rp8.574 triliun, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 96,9 persen.
Namun tantangan tetap ada. Rasio kewirausahaan Indonesia baru 3,18 persen, jauh di bawah negara maju yang mencapai 12-14 persen. BPDP juga mencatat rasio kewirausahaan Indonesia masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen.