Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Riset Mikrobioma, Probiotik Berpotensi untuk Penanganan Jerawat

Kota Medan
Riset Mikrobioma, Probiotik Berpotensi untuk Penanganan Jerawat
Diskusi dan Peluncuran buku Transformasi Paradigma Probiotik di Hotel Santika Dyandra Medan, Kamis (6/8/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
Intinya Sih
  • Uji klinis acak tersamar ganda pada 64 pasien jerawat ringan hingga sedang meneliti probiotik oral dan secretome sebagai terapi pendamping selama delapan minggu.
  • Kelompok yang mendapat probiotik, secretome, atau kombinasi menunjukkan penurunan lesi inflamasi lebih signifikan daripada plasebo; kombinasi terbaik untuk lesi inflamasi, sedangkan probiotik terbaik untuk skor total jerawat.
  • Bcrobes meluncurkan buku edukasi mikrobioma serta menggandeng IAI, PharmaQ, dan Apotek Alpro untuk memperluas akses produk Hexbio dan edukasi kesehatan berbasis mikrobioma.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times- PT Bcrobes Medical Indonesia terus mendorong pengembangan riset kesehatan berbasis mikrobioma. Dalam Pekan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia (PIT IAI) 2026 di Medan, Kamis (6/8/2026), perusahaan memaparkan hasil penelitian yang menunjukkan probiotik berpotensi menjadi terapi pendamping (adjuvan) untuk membantu penanganan jerawat ringan hingga sedang.

Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinis Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. apt. Keri Lestari, menjelaskan penelitian tersebut berangkat dari konsep gut-skin axis, yakni keterkaitan antara kesehatan saluran cerna dengan kondisi kulit.

"Perkembangan ilmu pengetahuan semakin menunjukkan adanya hubungan antara kesehatan usus dan kesehatan kulit melalui gut-skin axis. Karena itu, kami ingin mengeksplorasi bagaimana pendekatan berbasis mikrobioma, termasuk penggunaan probiotik, dapat mendukung terapi jerawat yang sudah ada," ujar Keri.

1. Riset melibatkan 64 pasien usia 13-45 tahun

Suasana diskusi dan peluncuran buku Transformasi Paradigma Probiotik di Hotel Santika Dyandra Medan pada Kamis.
Diskusi dan Peluncuran buku Transformasi Paradigma Probiotik di Hotel Santika Dyandra Medan, Kamis (6/8/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Riset bertajuk Terapi Adjuvan Berbasis Mikrobioma Menggunakan Probiotik dan Secretome pada Pasien Acne Vulgaris dilakukan melalui uji klinis acak tersamar ganda (double-blind randomized controlled trial) yang melibatkan 64 pasien berusia 13–45 tahun dengan jerawat ringan hingga sedang.

Selama delapan minggu, seluruh peserta menjalani terapi standar jerawat. Setelah itu, mereka dibagi ke dalam empat kelompok yang masing-masing menerima tambahan plasebo, probiotik oral, secretome topikal, atau kombinasi probiotik oral dan secretome topikal.

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kelompok yang memperoleh probiotik, secretome, maupun kombinasi keduanya mengalami penurunan skor lesi inflamasi yang lebih signifikan dibandingkan kelompok plasebo. Perbaikan paling besar ditemukan pada kelompok kombinasi, diikuti kelompok probiotik dan secretome.

2. Hasil terbaik dicapai kelompok yang mengonsumsi probiotik

Sejumlah peserta mengikuti diskusi dan peluncuran buku Transformasi Paradigma Probiotik di Hotel Santika Dyandra Medan.
Diskusi dan Peluncuran buku Transformasi Paradigma Probiotik di Hotel Santika Dyandra Medan, Kamis (6/8/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Sementara itu, untuk penurunan skor total jerawat yang mencakup lesi inflamasi dan noninflamasi, hasil terbaik dicapai kelompok yang mengonsumsi probiotik, disusul kelompok kombinasi dan kelompok secretome.

"Uji klinis ini memberikan landasan ilmiah bagi pemanfaatan probiotik sebagai terapi pendamping pada jerawat. Meski demikian, penelitian lanjutan masih diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai mekanisme kerja serta manfaat klinisnya," kata Keri.

3. Luncurkan buku Transformasi Paradigma Probiotik: Generasi Baru Kesehatan Berbasis Mikrobioma

Diskusi dan peluncuran buku Transformasi Paradigma Probiotik berlangsung di Hotel Santika Dyandra, Medan.
Diskusi dan Peluncuran buku Transformasi Paradigma Probiotik di Hotel Santika Dyandra Medan, Kamis (6/8/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Pada kesempatan yang sama, Bcrobes juga meluncurkan buku Transformasi "Paradigma Probiotik: Generasi Baru Kesehatan Berbasis Mikrobioma" sebagai upaya memperluas edukasi masyarakat mengenai pemanfaatan mikrobioma dalam dunia kesehatan.

Tak hanya itu, perusahaan turut menandatangani nota kesepahaman dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan PharmaQ untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk probiotik Hexbio melalui platform IAI Mart. Bcrobes juga memperkuat kolaborasi dengan jaringan Apotek Alpro Indonesia guna memperluas jangkauan produk dan edukasi kesehatan berbasis mikrobioma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More