Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)
Head Regional Office Baitulmaal Muamalat (BMM) Sumatera Utara, Budi Syahputra, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi peserta setelah pelatihan selesai.
Pendampingan tersebut meliputi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Selain itu, peserta juga akan dibantu menyusun strategi pemasaran produk agar usaha yang dirintis dapat berkembang.
"Selain sertifikasi seperti NIB, Halal, dan PIRT, nanti juga akan didorong strategi pemasarannya. Kami memiliki tim pendamping yang bisa membantu teman-teman memasarkan produknya," kata Budi.
Program pelatihan telah berlangsung sejak pekan kedua Juli dengan durasi delapan jam setiap hari di BBPVP Medan. Untuk pelatihan pengolahan hasil laut, peserta memanfaatkan komoditas perikanan khas Belawan menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti nugget dan bakso.
"Hari ini 16 peserta sudah terlihat hasilnya bisa mengolah hasil laut menjadi nugget dan juga bakso," ujarnya.
Budi menambahkan, jenis olahan tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang cukup besar dan digemari masyarakat.
"Kita akan upayakan hasil olahan ini mulai mengisi jajanan pasar kaki lima. Sekarang masyarakat, mulai anak-anak hingga orang dewasa, senang bakso kecil dengan kuah kari, bakso bakar, maupun nugget bakar. Kita akan coba jajaki pasar itu, dengan catatan seluruh peserta memiliki komitmen tinggi," katanya.
Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang ditunjukkan melalui tingkat kehadiran mencapai sekitar 90 persen selama pelatihan berlangsung.