Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pelindo Latih Warga Belawan Jadi Barista dan Olah Hasil Laut

Kota Medan
Pelindo Latih Warga Belawan Jadi Barista dan Olah Hasil Laut
Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)
Share Article

Medan, IDN Times – PT Pelindo Multi Terminal memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Medan Belawan melalui Program Pelatihan dan Pendampingan Vokasi. Program yang bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Baitulmaal Muamalat (BMM) ini menyasar warga usia produktif yang belum memiliki pekerjaan.

Pelatihan yang digelar pada Selasa (21/7/2026) tersebut mencakup dua bidang, yakni pengolahan makanan berbahan dasar hasil laut dan peracikan minuman kopi (barista). Peserta dibekali keterampilan mulai dari teknik pengolahan dan pengemasan produk, manual brew, hingga pelayanan pelanggan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun membuka usaha mandiri.

1. Peserta akan tetap mendapatkan pendampingan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan menjadi usaha yang berkelanjutan

Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)
Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)

Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Multi Terminal, Zulhendri, mengatakan program ini tidak berhenti pada pelatihan semata. Peserta akan tetap mendapatkan pendampingan agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan menjadi usaha yang berkelanjutan.

"Khusus pelatihan hasil laut, setelah selesai pelatihan kita masih ada program lanjutan. Tetap berkoordinasi dengan BBPVP, karena hasil pelatihan ini tinggal dipraktikkan," ujarnya.

Menurut Zulhendri, pelatihan tersebut diharapkan mampu melahirkan pelaku usaha baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan.

"Lowongan kerja sekarang tidak berbanding lurus dengan jumlah pencari kerja. Harapannya adik-adik bisa menjadi pionir, bahkan nantinya mampu menampung teman-teman lain yang belum memiliki pekerjaan," katanya.

2. Membentuk karakter kerja sesuai standar industri

Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)
Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)

Peserta pelatihan direkrut sejak akhir Juni melalui kerja sama Pelindo Multi Terminal, BBPVP Medan, Baitulmaal Muamalat, Kecamatan Medan Belawan, serta Port Social Community (PSC). Seluruh peserta merupakan warga asli Kecamatan Medan Belawan yang berada pada usia produktif dan belum bekerja.

Kepala BBPVP Medan, Amran, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang tidak hanya membangun keterampilan teknis, tetapi juga membentuk karakter kerja sesuai standar industri. Ia pun mendorong peserta untuk memiliki semangat berwirausaha.

"Jangan hanya berpikir menjadi pegawai. Kita membutuhkan lebih banyak wirausaha yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Ikuti arahan instruktur karena itu merupakan standar industri yang harus diterapkan," ujarnya.

3. Peserta dapat pendampingan hingga pemasaran produk

Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)
Pelatihan vokasi barista dan pengolahan hasil laut untuk warga Belawan (dok.istimewa)

Head Regional Office Baitulmaal Muamalat (BMM) Sumatera Utara, Budi Syahputra, mengatakan pihaknya akan terus mendampingi peserta setelah pelatihan selesai.

Pendampingan tersebut meliputi pengurusan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Selain itu, peserta juga akan dibantu menyusun strategi pemasaran produk agar usaha yang dirintis dapat berkembang.

"Selain sertifikasi seperti NIB, Halal, dan PIRT, nanti juga akan didorong strategi pemasarannya. Kami memiliki tim pendamping yang bisa membantu teman-teman memasarkan produknya," kata Budi.

Program pelatihan telah berlangsung sejak pekan kedua Juli dengan durasi delapan jam setiap hari di BBPVP Medan. Untuk pelatihan pengolahan hasil laut, peserta memanfaatkan komoditas perikanan khas Belawan menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti nugget dan bakso.

"Hari ini 16 peserta sudah terlihat hasilnya bisa mengolah hasil laut menjadi nugget dan juga bakso," ujarnya.

Budi menambahkan, jenis olahan tersebut dipilih karena memiliki peluang pasar yang cukup besar dan digemari masyarakat.

"Kita akan upayakan hasil olahan ini mulai mengisi jajanan pasar kaki lima. Sekarang masyarakat, mulai anak-anak hingga orang dewasa, senang bakso kecil dengan kuah kari, bakso bakar, maupun nugget bakar. Kita akan coba jajaki pasar itu, dengan catatan seluruh peserta memiliki komitmen tinggi," katanya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme peserta yang ditunjukkan melalui tingkat kehadiran mencapai sekitar 90 persen selama pelatihan berlangsung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More