Pasutri Guru di Tanjungbalai Diamuk Massa, Diduga Pelaku Pelecehan Anak

- Ratusan warga Tanjungbalai mengepung rumah pasangan guru terduga pelaku pelecehan anak yatim piatu, memicu evakuasi dramatis oleh aparat kepolisian.
- Aksi massa dipicu kekecewaan atas lambatnya proses hukum, warga menuntut keadilan dan kepastian penanganan kasus dari pihak berwenang.
- Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang, menyerahkan proses hukum kepada aparat, serta memastikan penyelidikan kasus terus dipantau secara resmi.
Medan, IDN Times - Viral video yang menunjukan ratusan warga menggeruduk rumah terduga pelaku dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai, Sumatra Utara, Rabu (22/7/2026) malam.
Aksi itu dipicu kekecewaan masyarakat atas penanganan laporan yang dinilai berjalan lambat. Korban dalam kasus ini merupakan anak yatim piatu.
Terduga pelaku adalah sepasang suami istri. Sang suami berinisial D merupakan guru P3K paruh waktu di salah satu sekolah. Sementara sang istri berinisial A juga masih berstatus tenaga pengajar.
1. Proses evakuasi berjalan dramatis

Kemarahan warga memuncak karena terduga pelaku perempuan masih menjalankan aktivitas mengajar. Warga khawatir akan muncul korban baru. Beruntung aparat Polres Tanjungbalai tiba di lokasi dan berhasil mengevakuasi keduanya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. D berhasil masuk ke dalam mobil patroli. Sementara A sempat tertinggal dan diamankan terlebih dahulu di rumah warga sebelum akhirnya dibawa ke Mapolres Tanjungbalai.
Hingga Rabu malam, warga masih bertahan di halaman Mapolres Tanjungbalai untuk memastikan kedua terduga pelaku telah diamankan.
"Tadi sampai tengah malam juga masyarakat berkumpul. Memastikan kalau mereka sudah diamankan. Satu per satu disuruh masuk untuk memastikan terduga pelaku sudah diamankan," kata salah seorang warga, Hendra, saat dihubungi awak media, Rabu (22/7/2026).
2. Warga minta kepastian hukum

Hendra menyebut aksi massa muncul akibat kekesalan terhadap proses hukum yang belum berjalan.
"Masyarakat marah karena kasus yang sudah dilaporkan itu tidak diproses-proses oleh polisi," ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum segera menuntaskan kasus ini dan memberikan keadilan bagi korban.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Tanjungbalai belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum kedua terduga pelaku dan perkembangan penyidikan.
3. Polisi mengimbau masyarakat tetap tenang

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum kepada aparat. Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
Kasus ini kini ditangani Polres Tanjungbalai. Pihak kepolisian menyatakan akan terus memantau situasi dan memberikan informasi lebih lanjut setelah proses pemeriksaan selesai.


















