Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Nilai Tukar Petani Sumut Turun 2,36 Persen, Harga Karet Jadi Pemicu Utama

Kota Medan
Nilai Tukar Petani Sumut Turun 2,36 Persen, Harga Karet Jadi Pemicu Utama
Petani saat melakukan pemupukan tanaman padi (IDN Times/Ruhaili)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • NTP Sumatra Utara turun 2,36% pada Juli menjadi 156,14, dipicu koreksi 3,21% pada subsektor perkebunan rakyat menjadi 222,05.
  • Penurunan harga karet menjadi pemicu utama setelah komoditas ini turun ke sekitar US$2,08 per kilogram pada Juli, usai mencapai level tertinggi 10 tahun pada Juni.
  • Pengamat menilai pendapatan petani belum mengimbangi kenaikan kebutuhan pokok; Agustus berpotensi naik, tetapi El Nino dapat membengkakkan pengeluaran petani dan risiko resesi teknikal perlu diantisipasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumatra Utara (Sumut) mengalami penurunan sebesar 2,36% di bulan Juli, mencapai level 156,14.

Menurut rilis Badan Pusat Statistik (BPS), penurunan ini terutama disebabkan oleh subsektor tanaman perkebunan rakyat yang terkoreksi 3,21% di level 222,05.

Harga karet menjadi pemicu utama penurunan ini, setelah mengalami koreksi signifikan di bulan Juli. Harga karet sempat menyentuh level tertinggi dalam 10 tahun terakhir di bulan Juni, namun terjun bebas ke kisaran $2,08 per Kg di bulan Juli.

1. Penurunan NTP Sumut ini dinilai menjadi sinyal yang perlu diwaspadai

Petani terdampak potong leher di desa Pragak memilih panen padinya lebih cepat untuk hindari kerugian besar. IDN Times/ Riyanto.
Petani terdampak potong leher di desa Pragak memilih panen padinya lebih cepat untuk hindari kerugian besar. IDN Times/ Riyanto.

Pengamat Ekonomi dan Keuangan Sumatra Utara, Gunawan Benjamin, menilai bahwa penurunan NTP Sumut ini merupakan sinyal yang perlu diwaspadai.

"Penurunan NTP ini menunjukkan bahwa pendapatan petani tidak mampu mengimbangi laju kenaikan harga barang kebutuhan pokok," ujarnya.

2. Potensi resesi teknikal masih ada

Petani terdampak potong leher di desa Pragak memilih panen padinya lebih cepat untuk hindari kerugian besar. IDN Times/ Riyanto.
Petani terdampak potong leher di desa Pragak memilih panen padinya lebih cepat untuk hindari kerugian besar. IDN Times/ Riyanto.

Gunawan juga menambahkan bahwa potensi resesi teknikal masih ada, terutama jika kuartal kedua kembali mencatat kontraksi.

"Ini yang harus diantisipasi sejak dini," tegasnya.

3. Diprediksi ancaman El Nino bisa mengakibatkan kenaikan NTP Sumut dan potensi pengeluaran petani berpeluang membengkak

Petani terdampak potong leher di desa Pragak memilih panen padinya lebih cepat untuk hindari kerugian besar. IDN Times/ Riyanto.
Petani terdampak potong leher di desa Pragak memilih panen padinya lebih cepat untuk hindari kerugian besar. IDN Times/ Riyanto.

Di bulan Agustus, NTP Sumut berpotensi alami kenaikan, ditopang oleh potensi kenaikan NTP subsektor tanaman perkebunan dan peternakan. Namun, ancaman El Nino bisa saja mengakibatkan kenaikan NTP Sumut, dan potensi pengeluaran petani yang berpeluang membengkak juga perlu dicermati.

"Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pendapatan petani dan mengontrol harga barang kebutuhan pokok," kata Gunawan.

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan infrastruktur dan fasilitas pendukung pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi petani. Dengan demikian, diharapkan NTP Sumut dapat kembali meningkat dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sumatra Utara.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More