Peringatan: Artikel ini memuat berita sensitif dan mungkin memicu trauma. Harap bijak sebelum melanjutkan membaca
Siak, IDN Times - Satuan Reserse Kriminal Polres Siak, Provinsi Riau, menuntaskan hasil penyelidikan kasus kematian dokter berinisial ACL yang ditemukan di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak pada pertengahan Juli lalu. Dokter yang sedang pendidikan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) tersebut, meninggal karena bunuh diri.
Demikian dikatakan Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar yang didampingi Kasat Reserse Kriminal AKP Raja Kosmos bersama Ahli Madya Biddokes Polda Riau AKBP Supriyanto, Kabid Labforensik Polda Riau Dr Ungkap Siahaan dan Ketua Psikologi Forensik/ Ahli Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Islam Riau Yanwar Arief M Psi.
"Berdasarkan rangkaian penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation, hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, digital forensik, serta psikologi forensik, penyidik menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban akibat korban sendiri, yakni bunuh diri," kata AKBP Sepuh, Rabu (4/8/2026).
Diketahui, selama proses penyelidikan, Satuan Reserse Kriminal Polres Siak telah memeriksa 14 orang saksi, yang terdiri dari petugas keamanan, rekan kerja, tenaga medis, keluarga korban, hingga ahli farmatologi. Hal ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai peristiwa tersebut dan memastikan penyebab kematian secara objektif dan profesional.
Berdasarkan seluruh alat bukti itu, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa tidak ditemukan fakta yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan.
