Dari Desa ke Pesisir, Berikut Deretan Pahlawan Mangrove 2026

- YAKOPI Mangrove Heroes Awards 2026 mengapresiasi pemerintah desa, kelompok restorasi, dan pemberdayaan masyarakat di Sumatra Utara, Aceh, Riau, serta Kepulauan Riau dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia.
- Penerima penghargaan mencakup Desa Hiligawolo, Meunasah Asan, Teluk Pambang, dan Sawang Laut, bersama kelompok Bakau Laut, Tangar Lugu, KTH Bakau Indah, Sebayur, serta kelompok pemberdayaan setempat.
- YAKOPI menekankan restorasi berkelanjutan memerlukan lokasi sesuai, pemeliharaan, penguatan kelompok, partisipasi warga, dan kebijakan; organisasi ini juga akan menerbitkan Buku Biografi Mangrove Heroes.
Medan, IDN Times – Di balik rimbunnya hutan mangrove ada kerja senyap warga pesisir yang bertahun-tahun menjaga garis pantai. Lewat YAKOPI Mangrove Heroes Awards 2026, Yayasan Konservasi Pesisir Indonesia bersama pemerintah provinsi dan desa akhirnya memberi panggung bagi mereka.
Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah desa, kelompok restorasi, dan kelompok pemberdayaan masyarakat di Sumatra Utara, Aceh, Kepulauan Riau, dan Riau. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 dengan tema "Honoring Conservation, Inspiring Generations, Restoring the Future".
Bukan sekadar seremoni, ajang ini dirancang untuk mempertemukan kebijakan pemerintah dengan pengalaman masyarakat di lapangan. Harapannya, praktik baik di satu desa bisa dipelajari dan ditiru desa lain.
Penilaian dibagi dalam tiga kategori yang saling menguatkan para Pendukung Terbaik Versi Pemerintah Desa, Kelompok Restorasi Terbaik, dan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.
1. Berikut para pahlawan mangrove 2026
Berikut para pahlawan mangrove 2026, mulai dari Sumut, Aceh dan Riau.
Sumatra Utara – Pantai Merdeka, Desa Bagan Kuala, Serdang Bedagai pada 26 Juli 2026:
- Pendukung Terbaik Versi Pemerintah Desa: Pemerintah Desa Hiligawolo
- Kelompok Restorasi Terbaik: Kelompok Bakau Laut, Desa Pekan Bandar Khalipah
- Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik: Kelompok Berkah Makmur, Desa Pasar Rawa
"Saya bangga dan bersyukur atas penghargaan ini karena merupakan hasil kerja keras seluruh kelompok. Semoga menjadi motivasi untuk terus menjaga dan melestarikan mangrove," kata Kepala Desa Hiligawolo, Fedilina Baeha.
Sementara itu, Kepala Dinas LHK Sumatra Utara, Heri W. Marpaung, mengapresiasi YAKOPI yang sudah melakukan penanaman mangrove di Langkat, Serdang Bedagai, dan Nias.
Aceh – Desa Ceunamprong, Aceh Jaya, 26 Juli 2026
- Pendukung Terbaik Versi Pemerintah Desa: Pemerintah Desa Meunasah Asan
- Kelompok Restorasi Terbaik: Kelompok Tangar Lugu, Desa Lugu
- Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik: Kelompok Lumina Food, Desa Labuhan Bakti
Kepala Desa Meunasah Asan, Baktiar, menyebut kolaborasi dengan YAKOPI memberi manfaat nyata bagi restorasi mangrove dan ekonomi desa.
Riau
- Pendukung Terbaik Versi Pemerintah Desa: Pemerintah Desa Teluk Pambang
- Kelompok Restorasi Terbaik: Kelompok KTH Bakau Indah, Desa Kuala Patah Parang
- Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik: Kelompok Basreng Udang Sepahat, Desa Sepahat
"Harapan saya kolaborasi terus berlanjut agar capaian restorasi meluas, khususnya di Teluk Pambang yang langsung berhadapan dengan Selat Malaka," ujar Kepala Desa Teluk Pambang, Sariyono.
Kepulauan Riau – Pesisir Pantai Pulau Dompak
- Pendukung Terbaik Versi Pemerintah Desa: Pemerintah Desa Sawang Laut
- Kelompok Restorasi Terbaik: Kelompok Sebayur, Desa Marok Tua
- Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Terbaik: Kelompok Pengudang Mangrove, Desa Pengudang
"Teruskan menanam mangrove bersama masyarakat pesisir untuk ekosistem yang semakin asri," pesan Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal. Sementara Sekda Kepri Misni, menegaskan penanaman mangrove berdampak besar dalam menyelamatkan dunia.
2. Lebih dari sekadar menanam
Direktur Eksekutif YAKOPI, Meilinda Suriani Harefa, menegaskan keberhasilan restorasi tidak bisa diukur dari jumlah bibit saja. "Penghargaan ini bukan sekadar menentukan siapa yang terbaik, tetapi membuka ruang agar praktik baik di desa dapat diakui, dipelajari, dan diperluas melalui dukungan pemerintah serta kolaborasi lintas pihak," kata Meilinda.
Menurutnya, kunci keberlanjutan ada pada kesesuaian lokasi, pemeliharaan, penguatan kelompok, keterlibatan masyarakat, serta dukungan kebijakan.
3. YAKOPI akan menerbitkan Buku Biografi Mangrove Heroes

Sebagai langkah lanjut, YAKOPI akan menerbitkan Buku Biografi Mangrove Heroes yang merekam perjalanan para penerima penghargaan. Buku ini diharapkan menjadi bahan pembelajaran bagi pemerintah, akademisi, dan generasi muda.
YAKOPI juga mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi, Kabupaten/Kota, desa, kelompok masyarakat, nelayan, perempuan, pemuda, relawan, akademisi, media, hingga dunia usaha.
Dengan semangat gotong royong dari desa hingga provinsi, pemulihan mangrove diharapkan menjadi fondasi perlindungan pesisir sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.


















