Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BPS Klaim Inflasi di Sumut Terus Menurun dalam 4 Bulan Terakhir

Kota Medan
BPS Klaim Inflasi di Sumut Terus Menurun dalam 4 Bulan Terakhir
ilustrasi permintaan barang meningkat akibat inflasi (Freepik.com/ilixe48)
Share Article

Medan, IDN Times – Inflasi di Sumatra Utara diklaim pemerintah terus menurun. Khususnya dalam empat bulan terakhir. Saat ini angka inflasi Provinsi Sumut berada pada angka 1,40 persen year on year (y-o-y) sedangkan nasional berada pada angka 1,84 persen.

  1. 1. Penurunan angka inflasi diikuti harga barang di pasar

    ilustrasi harga bahan pangan meningkat (Freepik.com/Freepik)
    ilustrasi harga bahan pangan meningkat (Freepik.com/Freepik)

    Berdasarkan Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, pada bulan Juni 2024 angka inflasi Sumut berada pada posisi 3,55 persen (y-o-y) dan menurun signifikan dari bulan Mei 2024 sebesar 4,26 persen. Sementara itu, tercatat pada bulan Juli 2024 angka inflasi Sumut kembali turun berada pada angka 2,06 persen (y-o-y) dan pada bulan Agustus 2024 berada pada angka 1,86 persen.

    “Penurunan inflasi diikuti juga dengan menurunnya harga-harga barang yang ada di pasaran, kita perlu menjaga kestabilan inflasi kita agar harga barang dan daya beli masyarakat tetap terjaga, sehingga pertumbuhan ekonomi kita membaik,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumut Agus Fatoni, dalam keterangan resmi, Rabu (2/1/2024).

  2. 2. Beras hingga emas menjadi penyumbang inflasi

    ilustrasi gelang emas dan perak (pixabay.com/Crepessuzette)
    ilustrasi gelang emas dan perak (pixabay.com/Crepessuzette)

    Tercatat sejumlah komoditas penyumbang inflasi bagi Provinsi Sumut, di antaranya beras, emas perhiasan, rokok kretek, gula pasir dan minyak goreng. Sementara itu penyumbang deflasi, antara lain cabai merah, tomat, udang basah, daging ayam dan ikan tongkol.

    “Beberapa komoditas pangan kita mengalami deflasi, tetapi masih terjaga dan Nilai Tukar Petani (NTP) masih cukup baik, menurut data BPS itu naik 1,40 persen dibanding NTP Agustus, kita harap NTP terus membaik agar petani kita semakin sejahtera,” ucap Fatoni.

  3. 3. Sektor wisata terus membaik

    Budidaya ikan ramah lingkungan dan berkelanjutan milik PT Suri Tani Pemuka (STP) di Simalungun, dimana KJA dapat hidup berdampingan dengan ekosistem Danau Toba. Selama bertahun-tahun secara konsisten STP mempraktikkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), ramah lingkungan, dan berkelanjutan sesuai standar yang ditetapkan oleh KKP RI. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)
    Budidaya ikan ramah lingkungan dan berkelanjutan milik PT Suri Tani Pemuka (STP) di Simalungun, dimana KJA dapat hidup berdampingan dengan ekosistem Danau Toba. Selama bertahun-tahun secara konsisten STP mempraktikkan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB), ramah lingkungan, dan berkelanjutan sesuai standar yang ditetapkan oleh KKP RI. (IDN Times/Arifin Al Alamudi)

    Kemudian, terkait perkembangan pariwisata Sumut juga tercatat membaik. Menurut data BPS, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumut pada bulan Agustus 2024 mencapai 22.261 kunjungan sementara pada bulan Juli 2024 tercatat 22.198.

    “Pariwisata kita juga membaik terutama untuk wisman. Kita perlu menjaga kepercayaan wisman untuk kembali datang ke Sumut, meningkatkan promosi karena sektor ini memberikan andil besar pada pertumbuhan ekonomi kita dan Saya rasa, perekonomian kita sangat terbantu dengan adanya PON,” ujar Fatoni.

    Selain pariwisata, nilai ekspor Sumut juga mengalami peningkatan pada periode Agustus 2024 dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari US$ 969,75 juta menjadi US$ 1.041,48 juta. Saat ini, Tiongkok menjadi negara tujuan ekspor terbesar Sumut pada bulan Agustus yaitu US$ 191,95 juta diikuti Amerika Serikat US$124,34 juta dan India US$ 72,29 juta.

    “Ada penurunan mungkin di beberapa sektor ekspor, tetapi secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar 7,4 persen, ini cukup baik,” kata Fatoni.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More