Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin, mengatakan hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan gempa berkekuatan magnitudo 5,5 tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.
BMKG Sebut Aktivitas Sesar Oreng Picu Gempa di Gayo Lues

- BMKG menyebut gempa magnitudo 5,5 di Gayo Lues dipicu aktivitas Sesar Oreng dengan kedalaman sembilan kilometer dan mekanisme pergerakan geser atau strike slip.
- Guncangan gempa terasa luas dari Aceh hingga Sumatera Utara dengan intensitas tertinggi skala V MMI di Gayo Lues yang menyebabkan barang pecah dan benda besar bergoyang.
- BMKG mencatat satu gempa pendahuluan serta dua gempa susulan, terus memantau aktivitas seismik, dan mengimbau masyarakat tetap tenang serta menjauhi bangunan rusak.
Banda Aceh, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar menyatakan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (22/7/2026), dipicu oleh aktivitas Sesar Oreng.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal diduga akibat aktivitas Sesar Oreng," kata Andi Azhar Rusdin, Rabu.
1. Gempa berkedalaman sembilan kilometer

Andi menjelaskan, berdasarkan hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi pada pukul 11.18 WIB memiliki magnitudo 5,5 dengan kedalaman sembilan kilometer.
Episenter gempa berada pada koordinat 4,24 derajat Lintang Utara dan 97,56 derajat Bujur Timur atau tepatnya di darat sekitar 36 kilometer arah timur laut Kabupaten Gayo Lues.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip," ujarnya.
2. Guncangan terasa di Aceh hingga Sumatera Utara

BMKG mencatat guncangan gempa dirasakan di sejumlah daerah dengan intensitas berbeda berdasarkan skala Modified Mercalli Intensity (MMI).
Di Kabupaten Gayo Lues, gempa mencapai skala V MMI. Guncangan dirasakan hampir seluruh penduduk, menyebabkan banyak orang terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, serta benda-benda besar bergoyang.
Sementara itu, di Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, gempa dirasakan pada skala IV MMI. Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah, pintu dan jendela berderik, serta sebagian gerabah mengalami kerusakan.
Guncangan dengan intensitas III MMI juga dirasakan di Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, serta sejumlah wilayah di Sumatera Utara seperti Medan, Deli Serdang, dan Sibolga. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah seperti ada truk besar melintas.
Sementara itu, di Kota Langsa, Kabupaten Pidie, dan Pidie Jaya, gempa dirasakan pada skala II MMI atau hanya dirasakan sebagian orang dengan benda-benda ringan yang tergantung tampak bergoyang.
3. BMKG catat gempa pendahuluan dan dua gempa susulan

Hingga pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat satu gempa pendahuluan (foreshock) berkekuatan magnitudo 3,8 serta dua gempa susulan (aftershock), dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 4,3.
BMKG memastikan terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada pemerintah daerah maupun masyarakat.
Selain itu, masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman untuk ditempati.








![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, Korban Terakhir Ditemukan Meninggal](https://image.idntimes.com/post/20260721/upload_5abc3b0371064cd5ae2ec9dd295507d4_a142c45b-e316-411c-90fd-dc2c39fb7b8c_watermarked_idntimes-1.jpg)







![[BREAKING] Ledakan Grand Polonia, 2 Korban Lagi Masih Tertimbun](https://image.idntimes.com/post/20260721/upload_066d6b0bee4e1fd2b9c4ef0a6494ac83_2f774619-9c05-41df-a86d-50cf5df35d1f_watermarked_idntimes-2.jpg)

