Aktivitas Vulkanik Sinabung Meningkat, Waspadai Potensi Erupsi

- PVMBG mencatat peningkatan kegempaan vulkanik Gunung Sinabung pada 1 Agustus 2026, termasuk Gempa Vulkanik Dalam, hembusan, low frequency, dan hybrid; status tetap Level II Waspada.
- Asap putih tipis hingga sedang teramati 50–600 meter di atas kubah lava. PVMBG mewaspadai potensi erupsi freatik, magmatik, serta pembongkaran kubah lava.
- Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak serta 3,5 kilometer sektor selatan-timur; warga juga diingatkan akan risiko lahar saat hujan.
Karo, IDN Times – Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara kembali menunjukkan peningkatan. Pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat adanya peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik pada Sabtu (1/8/2026). Gunung Sinabung saat ini masih berada pada status Level II atau Waspada sejak 17 Mei 2023. Meski aktivitas kegempaan masih didominasi gempa tektonik, PVMBG menemukan peningkatan sejumlah parameter vulkanik yang perlu mendapat perhatian.
Selain Gempa Vulkanik Dalam, petugas juga merekam Gempa Hembusan, Gempa Low Frequency, serta Gempa Hybrid yang sebelumnya jarang muncul dalam pemantauan aktivitas Gunung Sinabung. Laporan khusus peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sinabung mencatat adanya peningkatan Gempa Vulkanik Dalam pada 1 Agustus 2026.
“Aktivitas tersebut menjadi salah satu indikator perubahan kondisi di dalam sistem gunung api,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Lana Saria, dalam siaran pers, Senin (3/8/2026).
1. PVMBG menyebut peningkatan aktivitas tersebut perlu diwaspadai

Selain peningkatan kegempaan, hembusan asap kawah juga masih teramati. Asap berwarna putih tipis hingga sedang terlihat dengan ketinggian berkisar antara 50 hingga 600 meter di atas kubah lava.
PVMBG menyebut peningkatan aktivitas tersebut perlu diwaspadai mengingat Gunung Sinabung memiliki potensi bahaya berupa erupsi freatik maupun erupsi magmatik.
2. Sejak Maret 2024, masyarakat diminta idak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer

Tekanan yang terus meningkat di dalam sistem magmatik juga dapat memicu pembongkaran kubah lava, sehingga masyarakat diminta tetap mengikuti rekomendasi dan informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api.
Sejak Maret 2024, PVMBG melalui Badan Geologi telah merekomendasikan masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari puncak Gunung Sinabung. Selain radius tersebut, larangan aktivitas juga berlaku pada radius sektoral 3,5 kilometer di sektor selatan-timur Gunung Sinabung.
Rekomendasi tersebut diberikan untuk mengantisipasi potensi bahaya langsung seperti lontaran batu pijar dan sebaran abu vulkanik. PVMBG juga mengingatkan masyarakat mengenai ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar, terutama saat musim hujan.
“Aliran material vulkanik tersebut berpotensi melintasi sungai-sungai di sektor barat daya yang berhulu dari kawasan puncak Gunung Sinabung,” imbuhnya.
3. Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatra Utara yang berada di Kabupaten Karo

Gunung Sinabung merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatra Utara yang berada di Kabupaten Karo. Aktivitas gunung ini terus dipantau melalui berbagai parameter, termasuk kegempaan dan pengamatan visual.
Meski belum mengalami erupsi besar dalam periode pemantauan terbaru, peningkatan aktivitas vulkanik menjadi perhatian karena dapat berubah sewaktu-waktu.
PVMBG mengimbau masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sinabung untuk tidak melakukan aktivitas di area yang telah ditetapkan sebagai zona rawan.

















