Pekanbaru, IDN Times - Ratusan atlet Riau dari berbagai cabang olahraga (Cabor) menggelar aksi di jalanan, tepatnya di gerbang masuk Stadion Utama, yang berada di Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, Kamis (6/8/2026) pagi. Tak hanya atlet, para pelatihnya juga ikut turun ke jalan.
Aksi tersebut mereka lakukan imbas dari bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 yang hingga kini belum dicairkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Dimana, dalam aksinya mereka meminta sumbangan kepada pengguna jalan.
Dalam pantauan, para atlet dan pelatih kompak memakai seragam PON Aceh-Sumut 2024. Selain itu, mereka juga membawa medali.
"Kenapa disana (lokasi aksi), karena saat itu Pemprov (Pemerintah Provinsi) Riau lagi mengadakan acara senam pagi dan menanam pohon dalam rangka memeriahkan HUT Riau ke-69," ucap pelatih angkat berat M Luthfi, Jumat (7/6/2026).
Dalam aksinya, mereka membawa spanduk dan kardus yang bertuliskan menuntut bonus dan 'sumbangan untuk korban bencana olahraga'.
Luthfi menyebut, aksi damai itu merupakan puncak dari kekecewaan mereka.
"Kami sudah capek meminta hak kami. Capek bertanding, capek juga minta bonusnya. Kemarin janji awal tahun dibayar, tapi tidak juga dibayar," sebut Luthfi.
"Jadi tujuan kami ini ingin menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Gubernur Riau yang datang ke acara senam itu. Tapi beliau tidak mau menemui kami, Kadispora yang datang," sambungnya.
Sama dengan Luthfi, atlet Cabor atletik yang bernama Budi juga ikut menyuarakan haknya. Budi merupakan peraih medali emas di PON 2024, yang baru menerima bonus sebanyak 45 persen.
"Saya dapat medali emas, bonusnya Rp300 juta. Kemarin dibayar 45 persen, Rp129 juta. Tapi yang saya terima Rp123 juta, karena dipotong pajak 5 persen," ujar Budi
Budi berharap, sisa bonus tersebut segera dibayarkan.
"Harapannya segera dibayarkan semuanya, jangan janji-janji saja, karena sudah dua tahun kami menunggu," pungkas Budi.
