Jemaah Majelis Tafsir Alquran Salat Id dan Sembelih Kurban Hari Ini

Deli Serdang, IDN Times - Hari Raya Idul Adha jatuh pada Seni (17/06/2024) hal ini berdasarkan keputusan sidang isbat yang dihelat beberapa waktu lalu. Namun ada beberapa jemaah yang merayakan hari besar umat Islam itu sehari sebelum perayaan yang kompak dihelat secara nasional.
Salah satunya yang terjadi di Jalan Perhubungan, Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan. Sekelompok jemaah dari Majelis Tafsir Alquran telah melakukan Salat Id lebih dahulu hari ini. Mereka juga bergotong royong memotong hewan kurban untuk dibagi-bagi.
1. Jemaah Majelis Tafsir Alquran sudah helat Salat Id juga hari ini

Tampak ratusan jemaah Majelis Tafsir Alquran bergotong royong melakukan kurban. Prosesi kurban ini mereka helat setelah melaksanakan salat Eid.
"Sesuai dengan pemahaman kami tentang agama Islam, bahwa nabi itu mengatakan jika selagi kamu mendapati jemaah haji sedang wukuf di Arafah, maka yang tidak sedang wukuf di Arafah disunahkan untuk melaksanakan puasa. Maka kemarin kami sudah melaksanakan puasa, jadi tentunya setelah melaksanakan puasa kami melaksanakan salat Eid hari ini," kata Surono selaku ketua panitia kurban Majelis Tafsir Alquran.
Surono melanjutkan jika tidak setiap tahun pula Majelis Tafsir Alquran berbeda dengan pemerintah dalam melaksanakan hari raya kurban. Ada kalanya momen idul adha dilakukan secara serempak.
"Tiap tahun tidak mesti duluan. Jadi kalau kami patokannya sesuai dengan perintah agama, seperti yang saya bilang tadi. Ada kalanya kami berbarengan dengan pemerintah, namun adakalanya berbeda. Kami juga punya pedoman yang jelas," lanjutnya.
2. Libatkan 500 panitia kurban untuk memotong 67 ekor lembu

Surono menyebutkan jika jemaah Majelis Tafsir Alquran di sini jumlahnya mencapai ribuan orang. Dalam prosesi kurban, sebanyak 500 orang yang dikerahkan sebagai panitia penyembelihan.
"Tahun ini kami memotong lembu 67 ekor, kalau kambing tidak ada. Lebih banyak tahun lalu. Namun di samping itu juga kami sudah perluasan daerah. Jadi ada daerah-daerah yang diperintahkan untuk menyembelih di tempat masing-masing," katanya.
Perluasan daerah jemaah Majelis Tafsir Alquran yang disebut Surono antara lain seperti di Aek Knopan, Karo, Besitang, hingga Pangaribuan. Di mana setiap daerah juga diperintahkan untuk menyembelih beberapa ekor lembu.
"Beda-beda jumlahnya tiap daerah lembu yang dikurbankan. Ada yang satu daerah motong 7, 5, atau 6," bebernya.
3. Daging kurban akan dibagi-bagi kepada warga Desa Lau Dendang

Terlihat manajemen penyembelihan hewan kurban dilakukan Majelis Tafsir Alquran dengan rapi. Bahkan mereka juga memiliki satgasnya.
"Nanti daging kurban di sini dibagi-bagi. Pertama untuk jemaah kita, kemudian masyarakat di sekitar sini. Sudah kami bagi kuponnya juga," tutur pria paruh baya itu.
Surono menyebutkan mereka membagikan daging kurban di Desa Lau Dendang, terkhusus di dekat gedung Majelis Tafsir Alquran. Semata hal ini disebutnya sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah dan sesama manusia.
"Tujuan kita dalam hal ini adalah untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus pengamalan ilmu dalam agama. Kami selalu belajar dan belajar, tentunya dengan tuntunan belajar kita mengetahui dan berusaha memahami ilmu yang sudah kita dapatkan," pungkasnya.



















