Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Enggan ke PRSU, Tiket Mahal di Tengah Kesulitan Ekonomi

Warga Enggan ke PRSU, Tiket Mahal di Tengah Kesulitan Ekonomi
Wakil Gubernur Sumut Surya saat membuka Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) 2026, Jumat (3/7/2026) malam (dok.Diskominfo Sumut)
Share Article

Medan, IDN Times – Belum sepekan digelar Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 2026 sudah dikritik masyarakat. Jamak masyarakat bilang, harga tiket event yang digelar 3 Juli – 20 Agustus 2026 itu terlalu mahal.

Bagaimana tidak, pengunjung harus membayar Rp35 ribu mulai dari Senin – Kamis dan Rp75 ribu untuk Jumat – Minggu. Harga ini jauh berbeda dengan PRSU ke-49. Saat itu harga tiket dijual seharga Rp20 ribu pada hari Senin hingga Kamis. Sedangkan pada Jumat dan Minggu tiket dibanderol dengan harga Rp35ribu. Khusus untuk hari Sabtu tiket akan dijual seharga Rp50 ribu dengan Artis Bintang Tamu tingkat Nasional.

Dibandingkan dengan Jakarta Fair bahkan harga tiket PRSU lebih mahal pada saat akhir pekan. Jakarta Fair sendiri menetapkan tarif sebesar Rp 40 ribu di hari senin. Kemudian harga tiket dibanderol Rp50 ribu pada Selasa – Jumat. Sementara pada akhir pekan –Sabtu dan Mingggu— harga tiket menjadi Rp60 ribu.

Untuk diketahui, PRSU sempat vakum dua tahun. PRSU ke-49 diselenggarakan pada Juli hingga Agustus 2023 lalu.

Saat ini PRSU diselenggarakan BUMD PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara (PT PPSU) yang menggandeng perusahaan Event Organizer (EO) dari Jakarta PT Royalindo Expoduta.

1. Harga tiket dinilai mahal di tengfah ekonomi yang sedang sulit

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya bersama sejumlah pejabat menghadiri pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara 2026 di panggung utama dengan latar logo PRSU ke-50.
Wakil Gubernur Sumut Surya saat membuka Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) 2026, Jumat (3/7/2026) malam (dok.Diskominfo Sumut)

Mahalnya harga tiket mendapat hujan kritik dari masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang mengurungkan niat untuk datang ke PRSU.

Zidan, warga Medan Johor, semula hendak datang ke PRSU. Setidaknya mengobati kerinduan untuk event yang sempat vakum. Namun, begitu mengetahui informasi harga tiket, Zidan urung ke PRSU.

“Di ekonomi masyarakat yang sedang sulit kayak gini, harga Rp35 ribu saja sudah mahal. Apa lagi sampai Rp75 ribu. Tentu lebih baik uangnya dipergunakan untuk kebutuhan lainnya,” ujar Zidan.

Selvy seorang ibu rumah tangga juga punya alasan senada dengan Zidan. Karena selain harga tiket, tentu di dalam venue dia harus kembali merogoh kocek lebih.

“Udahlah tiketnya mahal, nanti kita kan di dalam mau beli jajanan lagi. Mending tidak usah datang lah. Kalau tadi lebih murah, mungkin punya alasan untuk datang,” ujarnya.

2. Kata penyelenggara: Bentuk dukungan untuk kopnsep yang berbeda

IMG-20260704-WA0004.jpg
Pekan Raya Sumatra Utara atau PRSU ke-50 resmi dibuka (Dok. Diskominfo Medan)

Menanggapi berbagai masukan yang muncul, panitia menegaskan bahwa tiket masuk tidak hanya berfungsi sebagai akses menikmati acara, tetapi juga menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian budaya Sumatera Utara (Sumut).

Panitia PRSU 2026 menyebut penyelenggaraan tahun ini membawa konsep berbeda dengan mengedepankan kualitas program, representasi budaya, serta keterlibatan pelaku seni dan ekonomi kreatif lokal. Masukan dari masyarakat terkait harga tiket pun disebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan.

Hal itu disampaikan Panitia PRSU 2026 Bidang Humas Farah saat memberikan tanggapan terkait polemik harga tiket masuk PRSU ke-50 kepada wartawan di Medan, Selasa (7/7/2026).

Menurut Farah, munculnya beragam pandangan dari masyarakat merupakan hal yang wajar terhadap sebuah acara besar yang melibatkan banyak pihak. "Tentu selama setiap masukan menjadi perhatian dan bahan evaluasi kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan. Namun perlu kami sampaikan, bahwa PRSU ke-50 hadir dengan arah dan wajah baru," sebut Farah.

Dalam keterangan tertulisnya, tidak ada ketegasan panitia apakah akan mengubah harga tiket di Tengah kritik yang banyak itu. Farah menjelaskan, konsep baru PRSU 2026 diarahkan tidak hanya sebagai tempat hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang yang mengangkat identitas, budaya, serta potensi Sumatera Utara.

Menurutnya, berbagai konten yang ditampilkan dalam PRSU telah melalui proses kurasi untuk memastikan kualitas pertunjukan sekaligus menghadirkan keberagaman budaya dari berbagai etnis di Sumut.

Ia mengatakan, panitia ingin menjadikan PRSU sebagai panggung yang mampu mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelaku seni, komunitas budaya, UMKM, hingga masyarakat umum.

3. Panitia klaim tiket disesuaikan dengan kualitas penyelenggaraan

Sejumlah pejabat dan tamu undangan berpose di panggung pembukaan Pekan Raya Sumatera Utara 2026 dengan latar logo PRSU ke-50.
Wakil Gubernur Sumut Surya saat membuka Pekan Raya Sumatra Utara (PRSU) 2026, Jumat (3/7/2026) malam (dok.Diskominfo Sumut)

Selain mempertimbangkan program acara, panitia menyebut penetapan harga tiket masuk PRSU 2026 juga memperhatikan berbagai aspek pendukung penyelenggaraan.

Farah mengatakan faktor keamanan, kenyamanan pengunjung, fasilitas, hingga kualitas program menjadi pertimbangan dalam menghadirkan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan pengalaman yang memiliki nilai lebih bagi setiap pengunjung. Di sisi lain, PRSU dengan wajah barunya juga dirancang sebagai ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Selama ini, PRSU kerap dipersepsikan hanya menyasar segmen tertentu," ungkap Farah.

Ia berharap PRSU ke-50 dapat dinikmati oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keluarga, generasi muda, komunitas seni dan budaya, pelaku UMKM, hingga dunia usaha.

"Dengan kualitas program yang semakin baik, kami berharap PRSU menjadi ruang bersama yang mampu mempertemukan seluruh elemen masyarakat dalam satu panggung kebanggaan Sumatera Utara," sebut Farah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More

Pemerintah Bohong, Warga Kembali Bangun Jembatan di Dolok Silau

08 Jul 2026, 13:51 WIBNews