Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dari Barista Hingga Kerja ke Jepang,Pemko Medan Berdayakan Disabilitas

Dari Barista Hingga Kerja ke Jepang,Pemko Medan Berdayakan Disabilitas
Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka pelatihan kerja bagi 100 peserta, termasuk penyandang disabilitas dan perempuan, untuk menciptakan ruang kerja inklusif dan berkeadilan.
  • Pemko Medan bekerja sama dengan Bank BJB membuka peluang kerja ke luar negeri, termasuk ke Jepang, serta mendorong wirausaha agar masyarakat memperoleh penghasilan lebih luas.
  • Peserta pelatihan akan mendapat sertifikasi BNSP, SIO, dan SIM sesuai bidangnya; program ini juga melibatkan PT Grab dan PT Kamiitra Mita Jaya Utama melalui penandatanganan MoU.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN TimesWali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan setiap warga berhak mendapat kesempatan kerja yang sama. Kekurangan fisik bukan menjadi penghalang untuk sukses.

Hal itu disampaikan Rico saat membuka Pelatihan Kerja di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Jalan Amal, Sunggal, Senin 6/7/2026.

Sebanyak 100 warga mengikuti pelatihan. Rinciannya 20 penyandang disabilitas dilatih menjadi barista profesional, 40 perempuan menjadi peserta safety riding, 20 orang pelatihan alat berat forklift, dan 20 orang pelatihan tata kecantikan.

1. Ciptakan ruang kerja yang adil

IMG-20260706-WA0058.jpg
Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)

Rico mengatakan Pemko Medan berkomitmen menciptakan ruang kerja yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Perhatian khusus diberikan kepada perempuan dan penyandang disabilitas agar mampu menjadi tenaga kerja yang tangguh dan mandiri.

"Kita ingin memberikan keadilan untuk semuanya. Kami percaya bahwasanya setiap orang memiliki kapasitas dan talenta," kata Rico Waas.

Menurutnya, ada orang yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi diberikan talenta yang lebih. Karena itu masyarakat Kota Medan harus diberi ruang kesempatan.

Rico juga mengingatkan tantangan dunia kerja saat ini sudah tidak normatif lagi. Perusahaan menuntut pekerja yang adaptif terhadap teknologi digital dan memiliki komunikasi yang baik.

Dia mencontohkan sektor humas kini wajib menguasai aplikasi kreatif seperti CapCut dan Canva. Dunia barista juga harus terus memperbarui menu-menu modern.

"Oleh karena itu, peningkatan kompetensi melalui pelatihan seperti ini menjadi kunci agar tenaga kerja lokal tidak tersisih," ujarnya.

Selain hard skill, Rico menekankan pentingnya integritas agar para pekerja bisa bertahan lama di tempat kerja.

"Saya berharap jangan begitu sudah masuk kerja, integritasnya hilang. Bawa pelatihan hari ini jadi bekal, buat integritas di dalam diri, dan seriuslah dalam bekerja. Jika kita punya skill, komunikasi baik, dan integritas tinggi, perusahaan yang akan mencari kita," tambah Rico.

Dalam kesempatan itu, Rico melihat besarnya potensi sektor informal dan UMKM seperti penata rias dan penata busana. Ia mencontohkan saat acara Apeksi lalu, permintaan jasa makeup artist di Kota Medan sempat habis karena tingginya kebutuhan dari luar kota.

2. Melalui media sosial hingga ruang promosi bisnis mandiri kini jauh lebih mudah diakses 45

IMG-20260706-WA0052.jpg
Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)

Sebagai solusi mengatasi kepadatan lapangan kerja di dalam kota, Pemko Medan juga melirik peluang kerja ke luar negeri. Rico mengapresiasi program pembiayaan dari Bank BJB yang siap memfasilitasi calon pekerja melalui skema seperti KUR untuk mengikuti pelatihan di LPK sebelum diberangkatkan, salah satunya ke Jepang sebagai tenaga okupasi atau caregiver.

"Kita perlu bekerja maksimal, tidak hanya di Kota Medan saja yang ruangnya bisa jadi sudah penuh. Wirausaha kita dorong, lapangan kerja di luar juga kita buka, agar seluruh masyarakat Kota Medan mendapatkan penghasilan untuk memberikan dampak baik bagi keluarganya," pungkas Rico.

3. Ada 100 peserta dapat sertifikat BNSP hingga SIM

IMG-20260706-WA0058.jpg
Wali Kota Medan, Rico Waas dalam acara pembukaan pelatihan berbasis kompetensi (Dok. Diskominfo Medan)

Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan, Ramadan, menyampaikan program tahun ini fokus pada kepastian penyerapan lulusan di dunia industri serta perluasan inklusivitas sosial.

Pelatihan berlangsung mulai 6 Juli 2026. Pelatihan barista dan safety riding selama 7 hari. Pelatihan alat berat forklift dan tata kecantikan selama 18 hari.

"Seluruh peserta yang lulus dipastikan mengantongi legalitas profesional, mulai dari sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Surat Izin Operasional (SIO), hingga Surat Izin Mengemudi (SIM) yang relevan dengan keahliannya," ucap Ramadan.

Disnaker juga telah turun ke Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Melalui pertemuan dengan PT KINRA dan puluhan tenant, kebutuhan riil tenaga kerja telah dipetakan untuk diisi pencari kerja asal Kota Medan.

Pemko Medan juga memperluas jangkauan ke pasar internasional dengan menggandeng Bank BJB untuk dana talangan calon tenaga kerja ke Jepang. Program ini didukung dua Lembaga Pelatihan Kerja berstatus Sending Organization yang akan segera disahkan sebagai mitra resmi.

Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemakaian tanda peserta oleh Rico Waas. Ia juga menyaksikan penandatanganan MoU antara Disnaker Kota Medan dengan PT Grab dan PT Kamiitra Mita Jaya Utama.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More