Cerita Dua alumni MAN 1 Tapteng Kuliah di Cina dengan Beasiswa Penuh

- Dua alumni MAN 1 Tapanuli Tengah, Sri Mupliha Purba dan Nur Khafipa Lubis, berhasil meraih beasiswa penuh di Shaanxi Polytechnic Institute, China pada Program Studi Power Battery Technology.
- Nur Khafipa berproses melalui seleksi ketat dengan bekal prestasi akademik dan hafalan Al-Qur’an, sementara keduanya berharap pengalaman ini memotivasi adik kelas untuk berani mengejar peluang pendidikan global.
- Beasiswa mencakup biaya kuliah, asrama, dan uang buku serta membuka peluang kerja di bidang energi; pihak madrasah mengapresiasi prestasi ini sebagai bukti daya saing lulusan madrasah secara internasional.
Medan, IDN Times – Prestasi membanggakan ditorehkan MAN 1 Tapanuli Tengah. Dua alumninya berhasil meraih beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan di Shaanxi Polytechnic Institute, China.
Mereka adalah Sri Mupliha Purba dan Nur Khafipa Lubis. Keduanya diterima di Program Studi Power Battery Technology dan menjadi alumni pertama MAN 1 Tapanuli Tengah yang studi ke China melalui program beasiswa penuh.
1. Berawal dari informasi guru

Nur Khafipa Lubis menceritakan, informasi beasiswa ke China awalnya disampaikan salah seorang guru MAN 1 Tapanuli Tengah, Ardi Wandana, Lc.
Setelah mengetahui persyaratannya, ia langsung mempersiapkan seluruh dokumen administrasi dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh.
Selain lolos seleksi administrasi dan wawancara, Nur Khafipa juga berbekal sejumlah prestasi selama di madrasah. Ia merupakan hafizah Al-Qur'an 8 juz serta Juara I Olimpiade Bahasa Arab (OBA) tingkat kabupaten tahun 2025.
"Kedisiplinan belajar, semangat untuk terus berkembang, dan doa menjadi bekal penting dalam menjalani proses seleksi," ujarnya.
"Alhamdulillah, berkat doa kedua orang tua, dukungan guru-guru, serta usaha yang konsisten, saya dinyatakan lolos dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di China," ungkap Nur Khafipa.
2. Keduanya berharap pengalaman ini dapat memotivasi adik-adik kelas

Hal senada disampaikan Sri Mupliha Purba. Ia bersyukur atas kesempatan yang diraihnya.
"Alhamdulillah, berkat doa kedua orang tua, dukungan guru-guru, serta usaha yang konsisten, saya dinyatakan lolos dan memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi di China," katanya.
Keduanya berharap pengalaman ini dapat memotivasi adik-adik kelas, untuk berani mencoba berbagai peluang pendidikan dan tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
3. Beasiswa penuh dan jaminan kerja

Program yang diikuti Sri Mupliha dan Nur Khafipa memberikan fasilitas beasiswa penuh. Cakupannya meliputi biaya kuliah, asrama, dan bantuan uang buku.
Selain itu, lulusan juga memiliki peluang langsung bekerja sesuai bidang keahlian setelah menyelesaikan pendidikan. Bidang Power Battery Technology saat ini menjadi salah satu jurusan yang dibutuhkan industri energi dunia.
Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar madrasah.
"Keberhasilan ini kami harapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan prestasi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan global," ucap Elmaryanti.
Ia menegaskan MAN 1 Tapanuli Tengah berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
"Madrasah terus mendorong peserta didik mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik agar mampu meraih berbagai peluang pendidikan, baik di dalam maupun di luar negeri," pungkasnya.
Keberhasilan dua alumni ini menjadi bukti bahwa lulusan madrasah memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional.



















