Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cabai Rawit Tak Stabil dan Menanjak di Sumut, Berikut Harganya

Cabai Rawit Tak Stabil dan Menanjak di Sumut, Berikut Harganya
ilustrasi cabai rawit (pexels.com/Mark Stebnicki)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Harga cabai rawit di Sumut melonjak tajam hingga Rp55.000 per kg akibat pasokan menipis dan ketergantungan tinggi pada daerah luar.
  • Tomat tetap bertahan mahal di kisaran Rp13.000–Rp16.000 per kg, memberi keuntungan bagi petani di tengah fluktuasi komoditas lain.
  • Harga daging ayam dan telur masih rendah karena lemahnya permintaan, membuat peternak tertekan meski harga pakan meningkat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times – Harga sejumlah komoditas pangan di Sumut bergerak beragam. Cabai rawit kembali tidak stabil (volatile) dan menanjak, tomat bertahan mahal, sementara harga daging ayam dan telur masih tertekan di level rendah.

Harga cabai rawit terpantau naik signifikan sejak pekan keempat Juni 2026. Di Deli Serdang, harga cabai rawit sempat ditransaksikan hingga Rp55.000 per kg pada hari Minggu.

Saat ini, di pasar yang sama cabai rawit dijual pada kisaran Rp48.000 per kg. Padahal akhir Juni lalu harganya masih di kisaran Rp30.000 hingga Rp32.000 per kg.

1. Kenaikan dipicu oleh menipisnya persediaan

Ilustrasi bawang putih dan cabai rawit (pixabay.com/tresiahoban3)
Ilustrasi bawang putih dan cabai rawit (pixabay.com/tresiahoban3)

Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengatakan kenaikan tersebut dipicu oleh menipisnya persediaan. "Tingginya ketergantungan pasokan cabai rawit dari luar Sumut membuat harga komoditas ini bergerak sangat volatile dan cenderung naik," ujarnya.

Berbeda dengan cabai rawit, harga cabai merah justru cenderung turun. Pada akhir Juni, cabai merah sempat menyentuh Rp50.000 per kg di Deli Serdang dan sekitar Kota Medan. Namun kenaikan itu hanya sementara.

Saat ini harga cabai merah berada di kisaran Rp32.000 hingga Rp35.000 per kg. Menurut Gunawan, volatilitas cabai merah banyak dipengaruhi faktor cuaca dan kelancaran distribusi dari luar daerah.

2. Tomat bertahan di harga tinggi

ilustrasi daun tomat (freepik.com/prostooleh)
ilustrasi daun tomat (freepik.com/prostooleh)

Berbeda dengan cabai, harga tomat justru bertahan mahal. Dalam sebulan terakhir tomat stabil di rentang Rp13.000 hingga Rp16.000 per kg.

Saat ini tomat dijual di kisaran Rp16.000 per kg. Gunawan menyebut kondisi ini menguntungkan petani karena harga jual berada di level yang cukup tinggi.

3. Harga ayam dan telur masih tertekan

IMG-20260608-WA0080.jpg
Peternakan ayam petelur jadi sarana pembinaan bagi narapidana Lapas Kedungpane Semarang. (IDN Times/Dok Humas Lapas Kedungpane Semarang)

Sementara itu, harga daging ayam masih bertahan murah. Di tingkat pedagang, daging ayam dijual Rp28.000 hingga Rp32.000 per kg. Di tingkat peternak, harga ayam hidup berada di kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per kg.

Gunawan menilai kondisi ini sangat memberatkan peternak yang sebelumnya sudah terbebani kenaikan harga pakan. "Demand atau permintaan masih menjadi akar masalah melemahnya harga daging ayam belakangan ini," jelasnya.

Hal serupa terjadi pada telur ayam. Harga telur saat ini ditransaksikan di kisaran Rp1.600 hingga Rp2.100 per butir.

Untuk sepekan ke depan, Gunawan memproyeksikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut masih stabil. "Belum terlihat ada perubahan demand atau supply dalam 7 hari mendatang," pungkasnya.

Dengan dinamika harga yang berbeda-beda ini, masyarakat diimbau cermat dalam berbelanja, sementara petani dan peternak diharapkan dapat menyesuaikan strategi produksi agar tidak merugi.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More