Penembakan di Pidie Saat Maulid, Satu Warga Tewas Belasan Luka

- Penembakan terjadi saat perayaan Maulid Nabi di Gampong Pulo Keunari, Pidie, Aceh, Rabu 4 November 2026, diduga terkait penertiban pengibaran bendera Bintang Bulan.
- Seorang warga, Abzalul Rizal (20), meninggal diduga akibat luka tembak di bahu; sejumlah korban lain dirawat di RSUD Tgk Abdullah Syafii sejak sekitar pukul 17.00 WIB.
- TNI AD menyatakan mediasi aparat dengan panitia gagal, massa disebut anarkis, lalu personel melakukan pengamanan bertahap dengan tembakan peringatan munisi hampa dan munisi karet.
Pidie, IDN Times – Insiden penembakan terjadi saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Peristiwa yang diduga berkaitan dengan penertiban pengibaran bendera Bintang Bulan itu mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafii di Beureunun, Kamaruzzaman, mengatakan para korban dibawa ke rumah sakit pada sore kemarin. Seorang korban meninggal dunia, sedangkan korban lainnya masih menjalani perawatan.
“Satu orang meninggal dunia dan sudah dibawa pulang pihak keluarga. Yang lain masih dalam perawatan,” ujar Kamaruzzaman.
Korban meninggal adalah Abzalul Rizal (20), warga Dayah Gampong Baro, Kabupaten Pidie. Ia diduga mengalami luka tembak di bagian bahu.
1. Dipicu pengibaran bendera bulan bintang

Ilustrasi Penembakan. (IDN Times/Sukma Shakti) Insiden di Gampong Pulo Keunari itu turut menjadi perhatian setelah sejumlah video dan foto beredar di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman yang beredar, warga terlihat berlarian meninggalkan lokasi kegiatan setelah terdengar suara tembakan. Penertiban pengibaran bendera Bintang Bulan diduga menjadi pemicu ketegangan antara aparat dan warga.
2. TNI akui ada penembakan setelah mediasi gagal

Ilustrasi penembakan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen Donny Pramono dalam keterangan, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menyebut aparat TNI dan Polri telah berupaya melakukan pendekatan persuasif sebelum penertiban dilakukan. Namun, upaya itu tidak mencapai kesepakatan dengan panitia penyelenggara.
“Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya,” ujar Donny dalam keterangan resmi, Kamis (5/11/2026).
Dari data TNI, sebanyak 14 orang jadi korban. Satu meninggal dunia dan 13 warga lainnya terluka. Selain itu 6 personel TNI juga terluka.
3. Donny sebut panitia tetap kibarkan bendera

ilustrasi pistol (IDN Times/Mardya Shakti) Donny menjelaskan, sebelum melakukan penertiban, aparat TNI dan Polri terlebih dahulu meminta panitia agar bendera Bintang Bulan tidak dikibarkan dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Donny menyatakan personel di lapangan telah berupaya menenangkan massa dan membubarkan mereka menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.
“Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet,” pungkas Donny.



















