Gelagat Gugup di Bandara Silangit Bongkar Sabu 1 Kg Berbalut Selimut

Petugas menggagalkan pengiriman 1.005 gram sabu di Bandara Silangit setelah gerak-gerik penumpang memicu kecurigaan.
Aksarruyani ditangkap saat hendak menuju Lombok dengan rute transit Jakarta.
Paket disembunyikan dalam selimut hijau dan dikirim atas arahan warga Medan berinisial B.
Tapanuli Utara, IDN Times – Langkah seorang kurir narkotika lintas pulau terhenti di Bandara Internasional Sisingamangaraja XII Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumatra Utara. Satuan Reserse Narkoba Polres Taput bersama petugas Aviation Security (Avsec) menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1.005 gram yang hendak diterbangkan menuju Lombok.
Adalah Aksarruyani alias Sarul (25), pemuda asal Dusun Muda Pahlawan, Desa Alue Bungkoh, Kecamatan Pirak Timur, Kabupaten Aceh Utara, yang dicokok petugas di area bandara. Penangkapan kurir lintas provinsi itu berlangsung pada Selasa (20/10/2026) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
1. Gelagat kebingungan usai pemeriksaan tas memicu kecurigaan petugas

Bandara Silangit (Wikimedia.org/Angkasa Pura II) Kapolres Taput AKBP Ferry Mulyana Sunarya melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing membenarkan pengungkapan kasus penyelundupan narkotika via jalur udara tersebut. Penangkapan ini bermula saat Aksarruyani hendak bertolak menuju Jakarta melalui Bandara Silangit. Menurut cerita Baringing, saat itu, tas bawaan pelaku baru saja melewati pemeriksaan petugas bandara. Namun, gerak-gerik pelaku justru memancing tanda tanya.
Lanjut Baringbing, pelaku tampak kebingungan seusai tasnya melewati pemeriksaan sehingga membuat petugas Avsec merasa curiga.
“Petugas keamanan bandara lantas menghubungi personel Satresnarkoba yang bersiaga di bandara untuk menginterogasi pemuda tersebut,” ujar Baringbing dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
2. Sembunyikan 1.005 gram sabu di dalam lipatan selimut hijau

Ilustrasi sabu-sabu. (IDN Times/Prayugo Utomo) Setibanya polisi di lokasi, Aksarruyani langsung dipanggil dan digiring ke ruangan khusus bandara. Barang bawaannya ikut diamankan petugas.
Di dalam ruangan khusus itu, petugas meminta pelaku membuka sendiri tas yang dibawanya. Saat ritsleting tas dibuka, laku nekat pemuda asal Aceh Utara itu pun terbongkar.
Kata dia, petugas melihat bungkusan narkotika jenis sabu di dalam plastik bening dengan berat bruto 1.005 gram.
“Barang haram seberat lebih dari satu kilogram itu sengaja disembunyikan dengan cara dibungkus menggunakan selimut berwarna hijaum,” ujarnya.
3. Dikendalikan pemasok asal Medan dengan iming-iming upah Rp30 juta

Ilustrasi borgol. (IDN Times/Mardya Shakti) Di hadapan penyidik yang menginterogasinya, Aksarruyani tak berkutik dan mengakui seluruh perbuatannya. Otak di balik pengiriman sabu tersebut: seorang warga Medan berinisial B.
Jelasnya, pelaku disuruh oleh B untuk mengantarkan paket sabu tersebut ke Lombok melalui Bandara Silangit dengan rute transit di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Seluruh tiket perjalanan pelaku dari Bandara Silangit bahkan sudah disiapkan oleh B.
Pelaku gelap mata mengambil risiko tersebut lantaran tergiur iming-iming bayaran puluhan juta rupiah. Sebagai modal di perjalanan, pelaku sudah menerima uang sebesar Rp5 juta, dan sesuai kesepakatan akan dibayar Rp30 juta apabila berhasil membawa sabu itu sampai ke Lombok.
“ kini, Aksarruyani telah diboyong dan ditahan di Mapolres Taput untuk pengembangan lebih lanjut, sedangkan pemasok berinisial B sedang diselidiki keberadaannya di Kota Medan,” pungkasnya.



















