Lea Simanjuntak, Soprano Berdarah Batak Berduet dengan Andrea Bocelli

Lea Simanjuntak berduet dengan Andrea Bocelli membawakan “The Prayer” dalam konser Romanza 30th Anniversary World Tour di Candi Borobudur, Magelang, 31 Oktober 2026.
Soprano berdarah Batak ini memulai karier dari paduan suara gereja, pernah menjadi backing vocal musisi ternama, lalu merilis album solo dan aktif dalam duo Bandanaira.
Selain bernyanyi, Lea produktif di teater musikal, termasuk sebagai Bu Muslimah dalam Musikal Laskar Pelangi, serta merilis single “Ruang di Hatimu” pada September 2026.
Medan, IDN Times – Nama Lea Simanjuntak kembali menjadi perbincangan publik setelah tampil berduet dengan tenor legendaris dunia Andrea Bocelli dalam konser berkelas internasional di Candi Borobudur.
Perempuan berdarah Batak itu membawakan lagu ikonik The Prayer bersama Bocelli pada konser Romanza 30th Anniversary World Tour di Taman Lumbini, Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (31/10/2026) kemarin. Momen tersebut menjadi simbol pesan kemanusiaan dan perdamaian di hadapan ribuan penonton.
1. Perjalanan dari Paduan Suara Gereja

Lea Simanjuntak tampil berduet dengan tenor legendaris dunia Andrea Bocelli dalam konser berkelas internasional (Instagram @leasimanjuntakofficial) Lea Angeline Simanjuntak lahir di Bukit Timah, Singapura, pada 7 Juli 1979. Darah Batak mengalir dari kedua orang tuanya, Jackson Simanjuntak dan Raphita Tobing, yang merupakan musisi gereja.
Bakat menyanyinya sudah terlihat sejak usia 5 tahun sebagai solois paduan suara gereja. Setelah menetap di Indonesia, Lea menempuh pendidikan di Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Bahasa Inggris.
Sebelum dikenal sebagai penyanyi solo, Lea merupakan backing vocal untuk musisi besar, seperti Chrisye, Krisdayanti, Rio Febrian, hingga Erwin Gutawa. Pada 2004, ia merilis album solo perdananya berjudul Bangun.
Lea dikenal sebagai penyanyi dengan jangkauan vokal sopran yang mampu melintasi berbagai genre, mulai dari pop, lagu Batak, musik rohani, hingga klasikseriosa. Karakter vokal tersebut membuatnya dijuluki sebagai salah satu sopran terbaik Indonesia.
Selain bersolo karier, Lea juga bergabung dalam duo vokal Bandanaira bersama Irsa Destiwi yang fokus membawakan lagu-lagu nasional dan daerah dengan aransemen modern.
2. Kiprah di Teater Musikal

Lea Simanjuntak (Instagram @leasimanjuntakofficial) Tak hanya di panggung musik, Lea merupakan salah satu aktris teater musikal paling produktif di Indonesia. Ia merupakan pemeran asli Bu Muslimah dalam Musikal Laskar Pelangi.
Namanya juga tercatat sebagai pemeran Velma Von Tussle dalam Hairspray, The Witch dalam Into The Woods, serta membintangi Cek Toko Sebelah The Musical.
3. Momen Bersejarah Bersama Andrea Bocelli

Lea Simanjuntak (Instagram @leasimanjuntakofficial) Duet dengan Andrea Bocelli di Borobudur menjadi pencapaian puncak dalam karier Lea. Dalam konser tersebut, Bocelli sengaja memilih Lea untuk membawakan The Prayer, lagu yang identik dengan pesan perdamaian.
Sebelum bernyanyi, Bocelli menyampaikan ajakan kepada penonton untuk mengenang para korban perang, khususnya warga sipil yang kehilangan nyawa akibat konflik. Duet tersebut kemudian bergema dengan latar megah Candi Borobudur yang disinari tata cahaya.
"Penampilan The Prayer bersama Lea Simanjuntak menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan," demikian catatan dari rangkaian konser tersebut.
Konser di Borobudur merupakan bagian dari perayaan tiga dekade album Romanza, salah satu album terlaris dalam karier Bocelli. Setelah Magelang, rangkaian tur dunia dijadwalkan berlanjut di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
Di luar panggung internasional, Lea tetap produktif. Pada September 2026, ia merilis single terbaru berjudul Ruang di Hatimu dengan pendekatan artistik baru yang memadukan rekaman live dengan teknologi generative AI dan 3D.
Dari paduan suara gereja di Singapura, panggung musikal di Jakarta, hingga berduet dengan Andrea Bocelli di hadapan Candi Borobudur, perjalanan Lea Simanjuntak menegaskan posisinya sebagai soprano berdarah Batak yang mampu membawa nama Indonesia ke panggung musik dunia.



















