Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bencana Landa 12 Daerah di Sumut, Makan Korban Jiwa di Dairi

Kota Medan
5 min read
Bencana Landa 12 Daerah di Sumut, Makan Korban Jiwa di Dairi
Ilustrasi Banjir. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Rentetan banjir, longsor, cuaca ekstrem, dan KLB penyakit berdampak pada sedikitnya 12 kabupaten dan kota di Sumatra Utara.

  • Cuaca ekstrem di Dairi menyebabkan satu warga meninggal, satu orang terluka, serta merusak rumah dan akses transportasi di sejumlah daerah.

  • Pemerintah daerah memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan, sementara BMKG memprakirakan hujan lebat, petir, dan angin kencang hingga 9 November 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Rentetan bencana hidrometeorologi hingga wabah penyakit mengepung sedikitnya 12 kabupaten dan kota di Sumatra Utara. Data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumut pada Senin (2/11/2026) pukul 17.00 WIB mencatat belasan kejadian banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, hingga Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular yang terjadi sejak akhir Oktober hingga awal November 2026.

Dampak paling fatal akibat cuaca ekstrem terjadi pada Jumat (30/10/2026) pukul 19.00 WIB di Dusun Liren, Desa Kuta Gamber, Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi. Hujan deras disertai angin kencang menumbangkan pohon besar hingga menimpa satu unit rumah warga sampai rusak berat, merenggut satu korban jiwa, dan melukai satu orang lainnya.

Bencana cuaca ekstrem serupa menyusul terjadi di Desa Salak II, Kecamatan Salak, Kabupaten Pakpak Bharat pada Minggu (1/11/2026) pukul 16.00 WIB, di mana pohon tumbang merusak satu unit rumah warga hingga memaksa satu keluarga mengungsi ke rumah kerabat.

  1. 1. Rentetan banjir terjang Binjai, Deli Serdang, Sergai, Madina, hingga Dairi

    ilustrasi banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Pok Rie)

    Banjir berskala masif menerjang lima daerah di Sumatra Utara secara beruntun dalam sepekan terakhir. Di Kota Binjai, hujan deras pada Rabu (28/10/2026) memicu banjir di Kecamatan Binjai Selatan, Binjai Kota, dan Binjai Timur yang berdampak pada 1.006 Kepala Keluarga (KK) atau 3.212 jiwa. Selain memaksa 16 jiwa mengungsi, banjir di Binjai mengakibatkan empat rumah rusak berat—satu di antaranya hanyut—serta dua rumah rusak ringan.

    Sehari berselang, pada Kamis (29/10/2026) pukul 01.45 WIB, luapan debit Sungai Ular memicu erosi hebat di Dusun II, Desa Bandar Kuala, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang. Bencana ini merobohkan dan merusak 11 unit rumah warga, sehingga 13 KK atau 51 jiwa terpaksa mengungsi ke tenda darurat yang didirikan Brigif 7/RR serta ke rumah kerabat.

    Masih di hari yang sama, Kamis (29/10/2026) pukul 02.00 WIB, banjir menerjang Kecamatan Kotarih, Dolok Merawan, dan Silinda di Kabupaten Serdang Bedagai. Sebanyak 31 KK terdampak, satu rumah rusak, besi penyangga dua unit jembatan hanyut terbawa arus, serta tiga hektare lahan pertanian dan perkebunan terendam.

    Pada Kamis (29/10/2026) malam pukul 19.00 WIB, giliran Sungai Rantopuran yang meluap dan merendam 10 desa di Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Tercatat 418 KK terdampak dan 214 KK di antaranya sempat mengungsi, sementara lumpur banjir merendam gedung SDN 110 Gunung Manaon, empat fasilitas ibadah, serta merusak jalan desa di enam titik.

    Adapun banjir bandang akibat luapan Sungai Lau Mbelin turut menerjang Dusun Lau Petundal, Desa Pamah, Kabupaten Dairi dan merendam 16 unit rumah warga, pada Sabtu (31/10/2026) pukul 16.00 WIB.

  2. 2. Tanah longsor di 5 kabupaten putuskan jalan nasional hingga jembatan utama

    Ilustrasi tanah longsor (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi tanah longsor (IDN Times/Sukma Shakti)

    Tingginya curah hujan juga memicu bencana tanah longsor di lima kabupaten sejak Selasa (27/10/2026). Kejadian bermula di Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan pada Selasa (27/10/2026), di mana longsor di Desa Silau Jawa dan Desa Sei Kopas berdampak pada satu unit rumah (2 KK/7 jiwa) serta mengancam memutus dua titik badan jalan.

    Esok harinya, Rabu (28/10/2026) pukul 11.00 WIB, tanah longsor terjadi di Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara dan merusak akses jalan penghubung Desa Sipaho–Simpang Barumun. Pada Rabu (28/10/2026) malam pukul 22.00 WIB, longsor disertai pohon tumbang menerjang Kecamatan Silou Kahean dan Dolok Silou di Kabupaten Simalungun.

    Bencana yang berdampak pada 88 KK ini merusak dua unit rumah, memadamkan jaringan listrik, menimbun jalan di enam titik, serta melumpuhkan akses utama wisata Tinggi Raja.

    Memasuki akhir pekan, hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (30/10/2026) hingga Sabtu (31/10/2026) memicu longsor di Kecamatan Siempat Nempu dan Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi.

    Material longsor memutus total ruas jalan nasional penghubung Aceh Tenggara menuju Kota Medan di Desa Balan Dua, sekaligus menutup akses jalan menuju SMAN 1 Tanah Pinem, jalan Desa Mangan Molih–Lau Njuhar, serta jalan Desa Adian Gupa.

    Sementara itu, pada Sabtu (31/10/2026), tanah longsor di Desa Tanonikoo, Kecamatan Uluidanotae, Kabupaten Nias Selatan mengakibatkan Jembatan Tanonikoo putus total. Akibatnya, jalur penghubung satu-satunya antara Kecamatan Umbunasi dan Kecamatan Uluidanotae lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

  3. 3. KLB penyakit menular di 3 daerah dan peringatan cuaca ekstrem sepekan ke depan

    ilustrasi malaria (IDN Times/Aditya Pratama)
    ilustrasi malaria (IDN Times/Aditya Pratama)

    Di luar bencana hidrometeorologi, Pusdalops BPBD Sumut juga mencatat penanganan darurat bencana non-alam berupa KLB wabah penyakit di tiga kabupaten sepanjang tahun 2026. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, KLB Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berlangsung sejak Januari hingga 19 Oktober 2026 telah menyebar di 11 kecamatan dengan total 706 kasus dan lima korban meninggal dunia.

    Sementara itu, KLB wabah malaria di Desa Sopo Butar, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kabupaten Dairi yang terdata sejak Januari hingga Agustus 2026 telah menginfeksi puluhan warga dan menyebabkan dua orang meninggal dunia pada Februari serta April 2026.

    Kasus KLB malaria juga melanda Kelurahan Kampung Mesjid, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara pada periode September hingga Oktober 2026 dengan temuan 10 kasus penularan setempat (indigenous) sepanjang September 2026.

    Menyikapi rentetan bencana ini, Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution telah menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 188.54/9/INST/2026 tertanggal 28 Oktober 2026 kepada seluruh bupati dan wali kota se-Sumut untuk memperketat mitigasi, menyiapkan jalur evakuasi, serta memperkuat koordinasi di lima sektor utama.

    Langkah kesiapsiagaan ini sejalan dengan prospek cuaca mingguan BMKG Wilayah I Medan periode 2 hingga 9 November 2026 yang memprediksi hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi mengguyur 29 kabupaten/kota di Sumatra Utara.

Related Articles

See More