Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diluncurkan 3 Wamen, Sumut Jadi Tuan Rumah Pesantren Bebas TB Nasional

Kota Medan
3 min read
Diluncurkan 3 Wamen, Sumut Jadi Tuan Rumah Pesantren Bebas TB Nasional
Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)
  • Sumatra Utara menjadi tuan rumah peluncuran nasional Program Pesantren Bebas TB di Deli Serdang, yang dipimpin tiga wakil menteri sebagai sinergi lintas kementerian.

  • Program menargetkan perluasan deteksi dini, pencegahan, dan penanganan TB di pesantren, serta diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis bagi santri.

  • Kemenkes menyiapkan tenaga medis dan fasilitas, Kemendagri mendorong peran pemda, sementara penyuluhan rutin bersama puskesmas akan memperkuat layanan kesehatan pesantren.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Sumatra Utara (Sumut) dipercaya menjadi tuan rumah peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosis (TB). Program tersebut diluncurkan langsung oleh tiga wakil menteri di Pondok Pesantren Mawaridussalam, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu (4/11/2026).

Ketiga wakil menteri tersebut adalah Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

Peluncuran ini menandai sinergi lintas kementerian dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat dan bebas dari tuberkulosis.

  1. 1. Dari 40 ribu lebih pesantren dengan jutaan santri di Indonesia, belum banyak yang memiliki fasilitas kesehatan memadai

    IMG-20261104-WA0096.jpg
    Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

    Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i menegaskan kesehatan santri merupakan hak konstitusional yang harus dipenuhi. Menurutnya, dari 40 ribu lebih pesantren dengan jutaan santri di Indonesia, belum banyak yang memiliki fasilitas kesehatan memadai.

    "Ini adalah wujud sinergi pemerintah dalam memperluas deteksi dini, pencegahan, dan penanganan tuberkulosis di lingkungan pesantren," ujarnya.

    Program ini, kata dia, sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Pelaksanaannya akan diintegrasikan dengan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi santri.

    "Kita ini satu tim. Tidak ada keberhasilan individual. Tidak boleh ada kementerian yang bekerja sendiri-sendiri," tegas Romo.

  2. 2. Kemenkes memastikan dukungan tenaga medis dan fasilitas, sementara Kemendagri mendorong peran aktif pemerintah daerah

    IMG-20261104-WA0101.jpg
    Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

    Dukungan penuh disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus. Kemenkes memastikan dukungan tenaga medis dan fasilitas, sementara Kemendagri mendorong peran aktif pemerintah daerah.

    "Pesantren merupakan lingkungan pendidikan sekaligus tempat tinggal bagi banyak santri. Karena itu, edukasi kesehatan, deteksi dini, pemeriksaan berkala, dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat," kata Wamen Dalam Negeri Akhmad Wiyagus.

  3. 3. Tantangan kesehatan di pesantren masih kompleks

    IMG-20261104-WA0097.jpg
    Peluncuran nasional Program Pesantren Bebas Tuberkulosisi (TB) yang digelar di Sumut (Dok. Kemenag Sumut)

    Sementara itu, Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said mengungkapkan tantangan kesehatan di pesantren masih kompleks. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat fasilitas kesehatan pesantren melalui penyuluhan rutin yang melibatkan puskesmas.

    Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut Ahmad Qosbi menyambut baik penunjukan Sumut sebagai tuan rumah.

    "Terima kasih dan rasa syukur yang mendalam kami haturkan atas terpilihnya Sumatra Utara sebagai tuan rumah. Kami sangat mengapresiasi terobosan luar biasa dari Wamenag Romo Muhammad Syafi'i yang senantiasa menunjukkan kepedulian nyata terhadap kemajuan dan kesejahteraan pesantren," ujar Qosbi.

    Sekedar informasi, hadir dalam peluncuran tersebut Wakil Gubernur Sumut H. Surya, Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan, Kepala Bagian Tata Usaha Syafrizal Bancin, para kepala bidang, serta pimpinan Pondok Pesantren Mawaridussalam. Kegiatan ini juga diikuti secara daring oleh Kanwil Kemenag provinsi dan pengasuh pesantren se-Indonesia.

Related Articles

See More