Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inflasi Sumut Berpeluang di Bawah 2,5 Persen, Apa Risikonya?

Kota Medan
2 min read
Inflasi Sumut Berpeluang di Bawah 2,5 Persen, Apa Risikonya?
Ilustrasi Inflasi (Foto: IDN Times)
  • Inflasi Sumut tercatat 0,27 persen secara bulanan dan 3,19 persen tahunan, masih di bawah batas atas target Bank Indonesia 3,5 persen; cabai merah menjadi penyumbang kenaikan terbesar.

  • Inflasi tahunan Kota Medan sebesar 2,84 persen, sementara inflasi Sumut sejak awal tahun 1,94 persen. Sumut berpeluang menutup 2026 dengan inflasi kumulatif di bawah 2,5 persen.

  • Kenaikan permintaan menjelang Natal-Tahun Baru, El Nino, dan potensi bencana alam menjadi risiko harga. Beras, daging, telur, tepung, serta cabai perlu dimitigasi dalam dua pekan mendatang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Laju inflasi Sumatra Utara (Sumut) dinilai masih berada di bawah target batas atas Bank Indonesia dan berpeluang berada di bawah target hingga akhir tahun.

Pengamat Ekonomi Universitas Islam Sumatra Utara (UISU) yang juga Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan Sumut masih membukukan kenaikan laju tekanan inflasi 0,27 persen secara bulanan di tengah penurunan tajam harga daging ayam.

"Sementara penyumbang kenaikan inflasi tertinggi di Sumut masih disumbangkan oleh komoditas cabai merah. Secara tahunan inflasi Sumut membukukan inflasi 3,19 persen, lebih rendah dari target batas atas Bank Indonesia 3,5 persen," ujar Gunawan pada IDN Times, pada Rabu (4/11/2026).

  1. 1. Kota Medan secara year on year atau yoy sebesar 2,84 persen

    Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)
    Ilustrasi inflasi (Foto: IDN Times)

    Gunawan menilai kinerja inflasi Kota Medan secara tahunan lebih baik dibandingkan wilayah lainnya di Sumut. Kota Medan secara year on year (y-o-y) sebesar 2,84 persen.

    "Padahal Kota Medan ini sebelumnya menjadi wilayah yang sangat rentan mengalami inflasi tinggi, terutama saat terjadi gangguan pasokan komoditas cabai belakangan ini," katanya.

    Jika mengacu pada kinerja inflasi Sumut selama tahun berjalan atau year to date (y-t-d) sebesar 1,94 persen, maka Sumut secara umum berpeluang membukukan inflasi sesuai dengan target Bank Indonesia pada 2026, bahkan bisa di batas bawah target.

    "Sumut masih berkesempatan untuk membukukan inflasi kumulatif di bawah 2,5 persen hingga tutup tahun ini," ucapnya.

  2. 2. Ancaman kenaikan harga dalam dua bulan ke depan tetap ada

    ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)
    ilustrasi inflasi (vecteezy.com/Khunkorn Laowisit)

    Gunawan menambahkan, ancaman kenaikan harga dalam dua bulan ke depan tetap ada, khususnya dari sisi permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru, serta dampak El Nino yang bisa mendorong kenaikan harga kebutuhan pangan secara nasional, termasuk di Sumut.

    "Dan yang saya khawatirkan adalah adanya potensi bencana alam seperti yang telah terjadi pada 2025," katanya.

  3. 3. Pentingnya mitigasi terhadap komoditas yang berpeluang naik dalam dua pekan ke depan

    ilustrasi inflasi (freepik.com/Wirestock)
    ilustrasi inflasi (freepik.com/Wirestock)

    Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mitigasi terhadap komoditas yang berpeluang naik dalam dua pekan ke depan.

    "Untuk beberapa komoditas yang perlu diperhatikan secara saksama adalah beras, daging sapi, daging ayam, telur ayam, tepung, serta cabai. Sejauh ini saya memproyeksikan harga akan mampu bergerak stabil, jika mengeluarkan potensi dampak negatif dari bencana alam seperti kekeringan karena El Nino serta banjir yang pernah terjadi di Sumut pada 2025," ujarnya.

Related Articles

See More