Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mebidang Disiapkan Jadi Pilot Project Pengelolaan Sampah Jadi Energi

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). (IDN Times/Dhana Kencana)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). (IDN Times/Dhana Kencana)

Medan, IDN Times – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta para kepala daerah untuk lebih serius membenahi wajah perkotaan. Hal ini disampaikan Bobby merespons arahan langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin menjadikan penataan kota sebagai motor penggerak pariwisata dan daya saing investasi di daerah.

Dalam acara Rencana Aksi Daerah di Aula Raja Inal Siregar, Medan, Jumat (6/2/2026), Bobby menekankan bahwa wilayah Mebidang (Medan, Binjai, Deli Serdang) kini tengah disiapkan menjadi pilot project nasional untuk pengelolaan sampah menjadi energi (waste to energy). Proyek besar ini akan berada di bawah naungan Danantara sebagai langkah konkret modernisasi tata kelola lingkungan.

“Sudah lima kali arahan ini diberikan Pak Presiden dan apalagi Medan Raya salah satu daerah percontohan waste to energy yang akan dibangunkan oleh Danantara,” kata Bobby Nasution.

1. Pemetaan 7 masalah utama tata kota

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Surabaya, Dok: kabarsurabaya.org
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Surabaya, Dok: kabarsurabaya.org

Bobby memetakan sedikitnya ada tujuh "penyakit" perkotaan di Sumut yang harus segera dicarikan obatnya. Ketujuh poin tersebut adalah pengelolaan sampah, pengentasan kawasan kumuh, penanganan reklamasi liar, penataan kabel utilitas yang semerawut, perbaikan trotoar, penertiban reklame/billboard, serta normalisasi drainase.

Bobby secara khusus menyoroti kabel-kabel komunikasi dan listrik yang masih menggantung tidak beraturan di jalanan. Ia meminta pemerintah kabupaten/kota segera berkoordinasi dengan penyedia jasa utilitas agar estetika kota terjaga dan tidak membahayakan warga.

2. Dorong Skema KPBU untuk atasi keterbatasan anggaran

Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo Surakarta, Jawa Tengah. (dok. PLN UID Jateng dan DIY)
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo Surakarta, Jawa Tengah. (dok. PLN UID Jateng dan DIY)

Menyadari bahwa penataan kota membutuhkan dana yang tidak sedikit, Bobby menyarankan para kepala daerah untuk tidak hanya bergantung pada APBD. Ia mendorong penggunaan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), terutama untuk proyek lampu penerangan jalan dan pengelolaan sampah yang canggih.

“Papan reklame misalnya, tolong dibuat peraturannya benar-benar, jadi tak numpuk di satu lokasi. Kabel-kabel komunikasi, internet, listrik yang masih semerawut, koordinasikan dengan pihak terkait. Penerangan jalan, mungkin anggaran bapak/ibu tidak cukup, saran saya KPBU saja,” ungkapnya.

3. Sinergi ASN, TNI, dan Polri untuk kawasan pariwisata

Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo Surakarta, Jawa Tengah. (dok. PLN UID Jateng dan DIY)
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Putri Cempo Surakarta, Jawa Tengah. (dok. PLN UID Jateng dan DIY)

Penataan kota tidak akan berhasil tanpa pemeliharaan kebersihan yang konsisten. Bobby mengajak seluruh jajaran ASN, TNI, dan Polri untuk turun tangan langsung menjaga fasilitas umum, terutama di titik-titik kawasan pariwisata. Menurutnya, daerah wisata harus memiliki strategi khusus, bahkan jika perlu dibentuk badan pengelola sendiri.

Upaya ini diharapkan dapat mengubah wajah Sumatera Utara menjadi lebih rapi dan ramah bagi wisatawan. Dengan keterlibatan lintas sektor, Bobby optimistis penataan kota dapat berjalan lebih cepat sehingga daya saing daerah meningkat signifikan di mata investor maupun turis mancanegara.

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Kasus Pembunuhan Gajah Sumatra di Riau, Jenis Senpi Belum Diketahui

07 Feb 2026, 16:30 WIBNews