Preman yang Hajar Sopir dan Pecahkan Kaca Bus di Belawan Ditangkap

- Tersangka pengerusakan bus pariwisata di Dermaga Belawan ditangkap oleh Polres Pelabuhan Belawan.
- Pelaku berinisial DZ (31 tahun) diamankan bersama barang bukti berupa helm, pisau sangkur, dan celana jeans.
- Pelaku menganiaya sopir bus setelah memecahkan kaca mobil karena sopir tidak memberikan uang parkir.
Medan, IDN Times - Kendaraan roda empat lagi-lagi menjadi sasaran premanisme di Medan Belawan. Kali ini sopir bus pariwisata yang membawa banyak penumpang menjadi korbannya.
Komplotan pria berjumlah 8 orang menghadang bus berusaha melakukan pemalakan. Karena sopir tak memberi sejumlah uang yang diminta, bus pariwisata tersebut dirusak hingga kacanya pecah dan menganiaya sang sopir.
1. Tersangka pengerusakan bus pariwisata di Dermaga Belawan ditangkap

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, membenarkan insiden itu. Bahkan kini, salah satu pelaku telah ditangkap di kediamannya.
"Sat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan pada Selasa 3 Februari 2026 melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku pengerusakan kaca bus yang terjadi di depan Dermaga Bandar Deli Pelabuhan Belawan," kata Agus, Rabu (4/2/2026).
Tersangka yang diamankan berinisial DZ (31 tahun). Pria bertato itu merupakan warga di Kelurahan Belawan I, Medan Belawan.
"Dari tangan tersangka turut diamankan barang bukti berupa helm, pisau sangkur, dan celana jeans yang dipakai tersangka saat melakukan pengerusakan bus," lanjutnya.
2. Selain merusak kaca bus, pelaku juga ramai-ramai menganiaya sopir bus

Ia tak urung menjelaskan kronologi mengapa peristiwa tersebut bisa terjadi. Semua bermula saat sang sopir bus pariwisata hendak mengantar penumpangnya.
“Berdasarkan keterangan sopir bus pariwisata travel, saat itu korban hendak masuk ke area parkir Dermaga Bandar Deli untuk mengantar penumpang. Namun bus dihadang oleh sekitar delapan orang lelaki dewasa, dan salah satu pelaku memecahkan kaca mobil menggunakan helm,” jelas Agus.
Ia menambahkan, setelah kaca bus dipecahkan, sopir turun dari kendaraan. Saat itulah tanpa disangka, sang sopir dikeroyok oleh para pelaku beramai-ramai.
"Sopir sempat dianiaya oleh para pelaku sebelum akhirnya dilerai oleh warga yang melintas. Para pelaku kemudian melarikan diri dari lokasi kejadian," beber Kasat Reskrim.
3. Pelaku naik pitam karena sopir bus pariwisata tak beri uang

Dari hasil penyelidikan, Polres Pelabuhan Belawan mendapatkan informasi keberadaan pelaku DZ sebagai salah satu yang melakukan pengerusakan bus dan penganiayaan. Di kediamannya ia ditangkap oleh polisi.
“Dari hasil interogasi, tersangka mengakui perbuatannya memecahkan kaca bus Vina Travel karena sebelumnya meminta uang parkir namun tidak diberikan oleh sopir. Tersangka juga mengaku melakukan aksinya bersama tiga orang rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran,” ungkap Agus.
Saat ini tersangka DZ masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut di Polres Pelabuhan Belawan. Sementara polisi masih memburu pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi itu.


















