BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sumut

- Beberapa daerah di Sumut berpotensi hujan ringan pagi hari, intensitas sedang siang-sore, dan hujan sedang-malam. Dini hari, hujan ringan di beberapa wilayah.
- BMKG catat suhu udara 12-32°C dengan kelembaban udara 63–98%. Potensi gelombang tinggi di perairan Sumut mencapai 1,25-2,5 meter.
- Nelayan diminta waspada karena angin bergerak dari barat hingga timur laut dengan kecepatan 4–20 knot. Gelombang tinggi terjadi di sejumlah perairan.
Medan, IDN Times- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang diperkirakan melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (4/2/2025). Curah hujan tersebut berpeluang memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor.
Prakirawan BMKG Wilayah I Lestari Purba menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di kawasan pantai Barat serta sebagian wilayah lereng Timur Sumatra Utara. Kondisi ini dinilai cukup berisiko, terutama bagi daerah rawan bencana.
“Perlu diwaspadai hujan sedang di wilayah pantai Barat dan lereng Timur Sumatra Utara yang dapat memicu banjir dan longsor,” ujar Lestari.
1. Beberapa daerah yang berpotensi hujan

Secara umum, cuaca Sumatra Utara pada pagi hari diprakirakan cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di wilayah Gunungsitoli, Nias Selatan, dan Nias Utara. Memasuki siang hingga sore hari, hujan intensitas sedang berpeluang terjadi di sejumlah daerah, antara lain Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Karo, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Pakpak Bharat, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Pada malam hari, hujan sedang diperkirakan masih berpotensi turun di wilayah Karo dan Pakpak Bharat. Sementara dini hari, hujan ringan berpeluang terjadi di Labuhanbatu Selatan dan Padanglawas Utara.
2. BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatra Utara.

BMKG mencatat suhu udara di Sumatra Utara berkisar antara 12 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 63–98 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan sekitar 3–6 kilometer per jam.
Selain kondisi cuaca darat, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatra Utara. Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, menyebutkan pada 3–5 Februari tinggi gelombang di beberapa perairan berpotensi mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.
3. Para nelayan diminta lebih waspada

Pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara umumnya bergerak dari barat hingga timur laut dengan kecepatan 4–20 knot. Gelombang tinggi berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Nias, serta perairan barat Kepulauan Batu.
“Kondisi ini berisiko terhadap keselamatan pelayaran, terutama perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, serta kapal tongkang jika angin mencapai 16 knot dan gelombang setinggi 1,5 meter,” ujarnya.


















