Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Celebi Aviation Sudah Jangkau 27 Bandara Indonesia Termasuk Kualanamu

Celebi Aviation Indonesia ekspansi ke bandara Indonesia, termasuk Kualanamu, Deli Serdang (dok.Celebi Aviation)
Celebi Aviation Indonesia ekspansi ke bandara Indonesia, termasuk Kualanamu, Deli Serdang (dok.Celebi Aviation)
Intinya sih...
  • Çelebi Aviation memperluas operasional ke Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara.
  • Ekspansi ke Sumatra Utara merupakan bagian dari strategi awal perusahaan yang memulai operasional di Jakarta dan Bali secara bersamaan.
  • Tantangan utama dalam fase awal adalah stabilisasi layanan, kesiapan tenaga kerja, dan penerapan standar keselamatan serta kualitas secara konsisten.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times — Sumatra Utara menjadi salah satu wilayah kunci dalam strategi ekspansi Çelebi Aviation Indonesia. Perusahaan ground handling global ini sudah beroperasi di 27 bandara seluruh Indonesia. Termasuk Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara sejak Mei 2025.

Tak hanya melalui layanan penanganan darat pesawat, tetapi juga dengan pengoperasian terminal kargo modern yang mendukung pertumbuhan logistik udara di kawasan Barat Indonesia.

Managing Director Çelebi Aviation Indonesia, Andy Dias, mengatakan ini jadi komitmen jangka panjang perusahaan dalam memperkuat konektivitas regional, khususnya antara Sumatra dan pasar-pasar regional.

“Kami telah memulai operasional di Bandara Internasional Kualanamu termasuk terminal kargo seluas sekitar 8.000 meter persegi yang dilengkapi kapabilitas cold chain serta penanganan barang berbahaya. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung pertumbuhan sektor logistik udara Indonesia,” ujar Andy Dias kepada IDN Times, Kamis (5/2/2026).

1. Çelebi Aviation baru saja memulai operasi di Jakarta dan Bali

Suasana Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deli Serdang (IDN Times/Prayugo Utomo)
Suasana Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deli Serdang (IDN Times/Prayugo Utomo)

Ia menambahkan, kehadiran Çelebi Aviation kini telah menjangkau sebagian besar bandara di wilayah Sumatra, seiring meningkatnya peran kawasan ini sebagai simpul penting distribusi barang dan mobilitas udara. Untuk luar Sumatra, Çelebi Aviation juga ekspansi ke dua bandara tersibuk Indonesia, Soekarno-Hatta Jakarta (CGK) dan I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS) pada Januari 2026.

Menurut Andy, kedua bandara tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi. Jakarta berperan sebagai pusat konektivitas nasional, sementara Bali menjadi gerbang utama wisatawan internasional.

“Operasional di Jakarta dan Bali secara bersamaan memungkinkan kami membangun standar layanan yang konsisten di bandara dengan arus pergerakan tinggi sejak hari pertama. Maskapai mitra juga dapat bekerja dengan satu penyedia ground handling yang andal di dua bandara utama,” jelasnya.

Sesuai dengan kapasitas operasional yang direncanakan, Çelebi Aviation menargetkan 1.800 penerbangan dan 650.000 penumpang per tahun di Bali, serta 4.500 penerbangan dan 1,6 juta penumpang per tahun di Jakarta, didukung oleh lebih dari 150 karyawan di Bali dan 200 di Jakarta.

2. Tantangan khusus karena beroperasi dengan GSE yang menggunakan listrik

 Çelebi Aviation Indonesia ekspansi ke bandara Indonesia, termasuk Kualanamu, Deli Serdang (dok.Celebi Aviation)
Çelebi Aviation Indonesia ekspansi ke bandara Indonesia, termasuk Kualanamu, Deli Serdang (dok.Celebi Aviation)

Dalam fase awal operasional di Indonesia, tantangan utama yang dihadapi Çelebi Aviation adalah stabilisasi layanan, kesiapan tenaga kerja, serta penerapan standar keselamatan dan kualitas secara konsisten. Pengalaman global perusahaan di berbagai negara menjadi modal penting untuk mengatasi tantangan tersebut.

“Tantangan khusus kami adalah pengembangan infrastruktur pengisian daya, karena Çelebi Aviation merupakan ground handler pertama di Indonesia yang beroperasi dengan armada Ground Support Equipment (GSE) sepenuhnya listrik,” ungkap Andy.

Investasi pada armada listrik ini, lanjutnya, memberikan dampak langsung terhadap efisiensi operasional dan pengurangan emisi di area bandara. Selain lebih ramah lingkungan, peralatan listrik juga memiliki tingkat kebisingan lebih rendah dan kebutuhan perawatan yang lebih minim.

3. Berinvestasi besar pada talenta lokal

 Çelebi Aviation Indonesia ekspansi ke bandara Indonesia, termasuk Kualanamu, Deli Serdang (dok.Celebi Aviation)
Çelebi Aviation Indonesia ekspansi ke bandara Indonesia, termasuk Kualanamu, Deli Serdang (dok.Celebi Aviation)

Dari sisi diferensiasi, Çelebi Aviation mengandalkan kombinasi antara standar operasional global dan eksekusi lokal. Hal ini menjadi nilai tambah, khususnya bagi maskapai internasional yang menuntut konsistensi layanan lintas negara.

“Maskapai internasional menghargai konsistensi, keselamatan, dan kepatuhan. Kami membawa pengalaman global selama puluhan tahun, sekaligus berinvestasi besar pada talenta lokal agar layanan kami relevan dengan realitas operasional bandara di Indonesia,” tutup Andy Dias.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Awalnya Tak Sengaja, Citra Triana Memberi Makna hingga ke Timur Indonesia

06 Feb 2026, 19:00 WIBNews