Gara-gara MBG, Harga Kebutuhan Pangan di Pasar Naik

- Harga cabai merah, daging sapi, dan daging ayam naik pada awal Februari di Kota Medan.
- Kenaikan harga cabai merah disebabkan penurunan pasokan, sedangkan kenaikan harga daging sapi karena kenaikan HPP.
- Kenaikan harga daging ayam diduga dipicu oleh permintaan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), namun peternak dapat menyesuaikan pasokan dengan mudah.
Medan, IDN Times - Sejumlah kebutuhan pokok masyarakat pada awal pekan Februari alami kenaikan. Beberapa diantaranya seperti cabai merah, daging sapi dan daging ayam. Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah pada akhir Januari (30/1/2026) terpantau masih dikisaran harga Rp29.400 per Kg di Kota Medan.
Namun, sejauh ini dari sejumlah pasar tradisional ditransaksikan naik mencapai harga Rp37.000 per Kg di Kota Medan.
Selanjutnya untuk harga komoditas daging ayam di Kota Medan, dari sebelumnya mencapai harga Rp41 ribu per Kg (30/01/2026) di PIHPS, saat ini dibeberapa titik ditransaksikan dikisaran harga Rp42 ribu per Kg.
Ditambah dengan harga daging sapi yang juga alami kenaikan dari kisaran harga 136.500 per Kg (29/01/2026) dari PIHPS Kota Medan, saat ini dijual sekitar Rp140 ribuan per kg di sejumlah pedagang.
1. Kenaikan harga dipicu pasokan yang mengalami penurunan

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menyoroti kenaikan harga bahan pokok masyarakat di wilayah Sumut ini dipicu pasokan yang mengalami penurunan.
"Untuk kenaikan harga cabai merah lebih banyak dipicu oleh masalah pasokan yang mengalami penurunan. Dampak dari penurunan pasokan di sejumlah wilayah seperti Kabupaten Batubara mulai memberikan dampak pada kenaikan harga cabai merah," jelasnya.
2. Kenaikan harga daging ayam ini diduga karena demand atau permintaan yang alami kenaikan

Sementara itu, untuk harga daging sapi dikarenakan oleh kenaikan Harga Pokok Produksi (HPP) yang mengakibatkan terjadinya penyesuaian (naik) pada harga jual.
Kemudian, untuk harga daging ayam, berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, dikatakan Gunawan posisi supply pada dasarnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan persediaan di hari normal pada umumnya. Sehingga, kenaikan harga daging ayam ini diduga karena demand atau permintaan yang alami kenaikan.
"Dan dugaan kuat mengarah pada kenaikan demand atau permintaan dari dapur MBG (makan bergizi gratis)," tambahnya.
3. Gunawan sebut peternak akan menyesuaikan perubahan pasokan

Namun, lanjutnya isu kenaikan harga daging ayam ini akan mudah diatasi oleh peternak. Sebab, kenaikan permintaan akan mudah untuk disesuaikan psokannya. Selama tidak ada kenaikan pada sisi biaya produksi, maka demand push inflation pada harga ayam akan lebih mudah untuk diatasi. Terlebih harga jagung saat ini ditransaksikan turun hingga Rp6.150 per Kg.
"Saya menilai peternak akan menanti terlebih dahulu bagaimana demand atau permintaan membentuk keseimbangan pasar. Setelah itu, peternak akan menyesuaikan perubahan pasokan dan akan kembali menciptakan titik keseimbangan baru nantinya. Yang penting pemerintah memahami akar masalah pembentukan harga daging ayam belakangan ini, dan penekanan untuk mengendalikan pasokan serta harga bahan baku ternak memiliki urgensi lebih tinggi, dibandingkan pengendalian dari sisi permintaan," pungkasnya.


















