Pria Tua Pedagang Mainan Diamankan, Diduga Lecehkan Puluhan Murid SD

Deli Serdang, IDN Times - Masyarakat yang bermukim di Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan geger usai mencuatnya kabar pelecehan seksual terhadap puluhan siswa Sekolah Dasar (SD). Mereka berbondong-bondong datang ke sekolah bermaksud untuk memastikan hal tersebut.
Benar saja, salah seorang pedagang mainan berinisial LG (61 tahun) sudah diamankan pihak Desa. Takut jika amarah warga tak terkontrol, pihak Desa menghubungi Polsek Medan Tembung untuk segera diboyong.
1. Seorang pedagang mainan diduga melakukan pelecehan terhadap siswa Sekolah Dasar Desa Sampali

Insiden pelecehan seksual ini dibenarkan oleh Kepala Dusun 20 Desa Sampali Kecamatan Percut Seituan bernama Sultan Zulfan. Ia mengatakan bahwa pelakunya ialah seorang pedagang mainan yang berjualan di 3 SD sekaligus.
"Kejadiannya kemarin pagi, saya mendapatkan informasi dari pihak Kepala Sekolah di Desa Sampali. Jadi kebetulan saya masih di rumah dan saya langsung menuju ke lokasi yang ada informasi dugaan pelecehan seksual. Jadi, begitu saya sampai di lokasi, pelaku ada di sana," kata Zulfan, Jumat (6/2/2026).
Kepala dusun 20 ini mengatakan bahwa pelaku LG merupakan warga desa Sampali dusun 17. Selain menjual mainan, ia juga merupakan pedagang beras.
"Pelaku saya amankan di kantor desa dulu, karena menghindari adanya amuk massa karena massa sudah ramai berkumpul di lapangan. Namun, massa juga akhirnya memenuhi kantor desa, jadi kami segera minta Polsek Medan Tembung menjemputnya," lanjut Zulfan.
2. Korban pelecehan diduga berjumlah 20 orang

Dugaan kasus pelecehan seksual ini terungkap dari salah seorang murid SD di Sampali. Ia memberanikan diri melaporkan kasus ini kepada wali kelasnya.
Para murid awalnya takut-takut untuk mengaku. Namun setelah pelan-pelan ditanya, semuanya berani angkat suara.
"Ada pengakuan siswa yang melaporkan kepada Ibu guru. Jadi, wali kelasnya melaporkan kepada pihak kepala sekolah. Dari pihak sekolah semuanya mengembangkan permasalahan ini dan berlanjut. Akhirnya semua siswa yang diduga mendapat pelecehan tersebut mengakui menjadi korban dan melaporkan kepada pihak guru. Lalu Kepala Sekolah langsung menemui terduga pelaku di lapangan sepak bola SD. Kebetulan, beliau itu masih dalam keadaan sedang berjualan," beber Zulfan.
Berdasarkan pendataan dari pihak sekolah dan Kepala Dusun, mulanya siswa yang mengaku dilecehkan ada 14 orang. Namun ternyata ada dari sekolah lain yang masuk sekolah siang juga mengaku jadi korbannya, kini terhitung sudah ada 20 orang.
"Kami dan Bhabinkamtibmas di kantor Desa Sampali menanyakan kepada terduga pelaku. Dan dia mengakui. Terduga mengakui hanya mencium bibir dan pipi korban. Terduga tersebut juga mengatakan memberikan uang Rp2 ribu setiap siswa. Mainan yang dijualnya juga kadang diiming-imingi kepada korban. Dari informasi yang kita dapat dari siswa, ada yang dibuka roknya, ada yang diraba pinggangnya, ada juga yang dipegang payudaranya juga," pungkasnya.
3. Terduga pelaku sudah diamankan, PPA Polrestabes Medan lakukan pendalaman

Kasi Humas Polsek Medan Tembung, Aiptu Sir Jhon Milala, membenarkan bahwa terduga pelaku berinisial LG telah diamankan. Saat ini unit PPA Polrestabes Medan sedang melakukan pendalaman terhadap pria tua pedagang mainan itu.
"Iya benar. Kasus kami limpahkan ke Polrestabes Medan PPA. Semalam sudah diantar ke sana dan diproses. Pelaku berinisial LG warga Desa Sampali. Kalau menurut keterangan Bhabinkamtibmas kita, anak-anak siswa SD ada yang dicium, ada yang dipeluk, ada yang dipangku," kata Sir Jhon.
Setidaknya ada 20 murid yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Kasi Humas Polsek Medan Tembung mengatakan bahwa mereka masing-masing berasal dari 3 sekolah negeri yang berbeda.
"Mereka diberi jajanan, katanya dijanjikan jajanan saja. Sekarang kasus ini sedang diselidiki PPA Polrestabes Medan. Termasuk apakah ada dugaan itu (korban disuruh memegang alat vital)," pungkas Sir Jhon.


















