Pidie, IDN Times- Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mendesak pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut insiden kekerasan bersenjata yang terjadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Peristiwa tersebut dilaporkan menyebabkan seorang warga meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Desakan itu disampaikan menyusul dugaan keterlibatan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam insiden yang disebut bermula dari penertiban bendera Bulan Bintang di lokasi perayaan Maulid. KontraS Aceh menilai peristiwa tersebut mencederai rasa keadilan, mengancam rasa aman masyarakat, serta bertentangan dengan semangat perdamaian yang telah dibangun di Aceh.
Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, menegaskan bahwa kekerasan bersenjata terhadap warga sipil, terlebih ketika masyarakat sedang menjalankan kegiatan keagamaan dan tradisi, merupakan persoalan serius yang harus diusut secara menyeluruh.
“Alerta! Peristiwa penembakan di Desa Pulo Keunari mencederai rasa keadilan, keamanan, dan perdamaian di Aceh,” kata Azharul dalam pernyataan resmi KontraS Aceh .