Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Aksi Kamisan Medan ke-121: Karhutla, MBG Hingga Tuntutan 17+8 Disuarakan
Aksi Kamisan Medan ke 121 mengangkat isu Karhutla, MBG hingga tuntutan 17+8., Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Aksi Kamisan Medan ke-121 di titik nol Kota Medan menyoroti karhutla, program Makan Bergizi Gratis, dan tuntutan 17+8.
  • Massa menuntut pemerintah bertanggung jawab atas karhutla serta meminta penanganan cepat agar masyarakat tidak lagi menjadi korban.
  • Hagana mempertanyakan keberlanjutan MBG dan menyebut pendidikan gratis sebagai kebutuhan yang lebih mendesak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, isu mana yang paling perlu disorot?
Vote Now
Agustus 2025 lalu

Tuntutan 17+8 muncul dalam rangkaian aksi besar. Aksi Agustus disebut berlangsung di beberapa daerah di Indonesia.

November 2025 lalu

Bencana Sumatra terjadi. Menurut Hagana, masyarakat belum juga pulih hingga saat ini.

Kamis (27/8/2026)

Aksi Kamisan Medan ke-121 digelar di titik nol Kota Medan. Massa menyoroti karhutla, MBG, dan tuntutan 17+8.

Sampai saat ini

Massa menyatakan tuntutan 17+8 belum benar-benar direalisasikan oleh para pemangku kebijakan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, isu mana yang paling perlu disorot?
Vote Now
  • What?
    Aksi Kamisan Medan ke-121 menyoroti karhutla, program Makan Bergizi Gratis, dan tuntutan 17+8.
  • Who?
    Massa Aksi Kamisan Medan dan Hagana sebagai koordinator aksi menyuarakan kritik serta tuntutan kepada pemerintah.
  • Where?
    Aksi digelar di titik nol Kota Medan.
  • When?
    Kamis (27/8/2026).
  • Why?
    Massa menilai persoalan tersebut belum mendapat perhatian serius dan sejumlah tuntutan belum direalisasikan.
  • How?
    Massa menyampaikan kritik, menuntut tanggung jawab pemerintah, serta menyoroti penanganan karhutla dan keberlanjutan MBG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, isu mana yang paling perlu disorot?
Vote Now

Di Medan, banyak orang dari Aksi Kamisan berkumpul di titik nol kota. Mereka bicara tentang kebakaran hutan dan lahan, program Makan Bergizi Gratis, dan tuntutan 17+8. Hagana memimpin aksi itu. Mereka meminta pemerintah bertanggung jawab, menangani karhutla dengan cepat, dan memenuhi tuntutan yang belum direalisasikan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, isu mana yang paling perlu disorot?
Vote Now

Aksi Kamisan Medan ke-121 membuka ruang bagi massa untuk menyuarakan persoalan karhutla, program Makan Bergizi Gratis, dan tuntutan 17+8 secara bersamaan. Sorotan terhadap penanganan cepat bagi korban serta kebutuhan pendidikan gratis menunjukkan perhatian pada kepastian dan kebutuhan masyarakat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, isu mana yang paling perlu disorot?
Vote Now

Medan, IDN Times - Aksi Kamisan Medan ke-121 kembali mengangkat sejumlah persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius pemerintah, Kamis (27/8/2026). Dalam aksi yang digelar di titik nol Kota Medan ini, massa memberikan fokus pada kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kalimantan hingga Sumatra. Massa juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan tuntutan 17+8 yang dinilai belum direalisasikan.

Dalam aksi tersebut, massa mengkritik anggapan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semata-mata terjadi karena bencana alam. Mereka menilai ada pihak yang sengaja memanfaatkan kerusakan hutan demi kepentingan tertentu.

1. Penanganan Karhutla terkesan hanya jadi bancakan proyek

Aksi Kamisan Medan ke 121 mengangkat isu Karhutla, MBG hingga tuntutan 17+8., Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Satu pernyataan utama yang menjadi sorotan dalam aksi ini, Setiap kali Karhutla, kasusnya seperti asap. Menghilang tanpa jejak. Mereka menduga, lahan – lahan yang terdampak Karhutla justru akan dikuasai oleh segelintir pihak.

“Jadi maksudnya adalah kami mau menyuarakan, mengkritisi bahwa Karhutla yang terjadi itu sebenarnya bukan apa yang mungkin banyak orang pikirkan karena bencana alam, tetapi memang ada orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan hutan-hutan tersebut untuk nantinya dijadikan sebuah hal yang menguntungkan beberapa orang saja,” ujar Hagana.

Aksi Kamisan Medan menuntut pemerintah bertanggung jawab atas peristiwa Karhutla itu. Mendesak penanganan yang cepat, sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban.

Namun mereka melihat, penanganan pemerintah justru diwarnai dengan gimik. Mereka menyorot misalnya, Kepolisian yang mengajukan upaya penanganan menggunakan tepung untuk pemadaman api.

“Alih-alih Prabowo meminta maaf atas apa yang terjadi. Pemerintah justru hanya melakukan klaim sepihak bahwa semua sudah ditangani dengan baik yang justru kondisinya berbeda di lapangan.

Berkaca pada bencana Sumatra November 2025 lalu. Sampai saat ini, masyarakat belum juga pulih dari bencana. Namun pemerintah mengklaim sudah melakukan penanganan yang baik.

“Sudahi semua intrik seperti ini. Masyarakat hanya butuh kepastian. Bukan janji dan beribu klaim,” kata Hagana.

2. Massa kritik MBG, dorong pendidikan gratis

Aksi Kamisan Medan ke 121 mengangkat isu Karhutla, MBG hingga tuntutan 17+8., Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Selain karhutla, Aksi Kamisan Medan ke-121 juga menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hagana mempertanyakan keberlanjutan program tersebut karena menurutnya masih banyak masyarakat yang mengalami keracunan.

Sejak dimulai, Aksi Kamisan Medan memang menolak program yang menjadi kebanggan Presiden Prabowo Subianto itu. Terlebih program itu menjadi penyebab begitu banyak pelajar yang keracunan.

“Kami merasa tidak ada lagi alasan untuk melanjutkan program yang terus memakan korban, program yang sebenarnya tidak benar-benar diperlukan oleh masyarakat kita pada saat ini. Kebutuhan yang lebih mendesak itu adalah Pendidikan gratis,” tukasnya.

3. Tuntutan 17+8 Dinilai Belum Direalisasikan

Aksi Kamisan Medan ke 121 mengangkat isu Karhutla, MBG hingga tuntutan 17+8., Kamis (27/8/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dalam aksi yang berlangsung, massa juga kembali menyinggung tuntutan 17+8 yang muncul dalam rangkaian aksi besar pada Agustus 2025 lalu. Menurut Aksi Kamisan Medan, momentum Agustus menjadi pengingat bahwa sejumlah tuntutan tersebut belum benar-benar direalisasikan oleh para pemangku kebijakan.

“Ya, ini juga menjadi salah satu sorotan kami karena kan di Agustus, momen Agustus ini merupakan pengingat juga bagi teman-teman, bagi masyarakat bahwa di beberapa waktu yang lalu juga telah dilaksanakan Aksi Agustus yang cukup besar di beberapa daerah di Indonesia.”

Ia menilai Aksi Agustus menjadi salah satu bentuk protes masyarakat yang berlangsung secara masif. Karena itu, Aksi Kamisan Medan ke-121 dianggap sebagai kesempatan untuk kembali mengingatkan publik mengenai tuntutan yang masih belum dipenuhi.

“Sampai saat ini juga belum pernah sama sekali benar-benar direalisasikan oleh para pemangku kebijakan kita. Padahal 17+8 itu merupakan agenda ataupun tuntutan yang berasal dari kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Pilih isu yang paling perlu disorot

Menurutmu, isu mana yang paling perlu disorot?

See More
Penanganan karhutla
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
MBG, pendidikan gratis, dan tuntutan 17+8

Curated For You

Editorial Team

Related Article