Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Ayam Ras di Sumut Naik Jadi Rp52 Ribu Per Kilogram, MBG Disorot

Kota Medan
Harga Ayam Ras di Sumut Naik Jadi Rp52 Ribu Per Kilogram, MBG Disorot
Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan pemerintah daerah perlu mewaspadai kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras yang terjadi di 188 kabupaten/kota, meskipun harga rata-rata nasional mencapai Rp39.712 per kilogram atau masih di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan
  • Harga ayam ras segar di Sumatera Utara naik dari Rp48.550 menjadi Rp52.400 per kilogram pada 17–21 Agustus 2026.
  • KPPU Kanwil I memantau rantai pasok ayam, dari peternak hingga pedagang, untuk melihat pembentukan harga.
  • KPPU turut mencermati kebutuhan Makan Bergizi Gratis dan kemungkinan perubahan pola pasokan ke pasar umum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, apa yang perlu dipantau dari harga ayam Sumut?
Share Article

Medan, IDN Times – Harga daging ayam ras segar di Sumatera Utara meningkat hampir 8 persen dalam beberapa hari. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I kini memantau kenaikan tersebut untuk memastikan pembentukan harga di pasar berjalan wajar.

Berdasarkan pemantauan harga pangan KPPU Kanwil I, harga ayam ras segar di Sumut naik dari Rp48.550 per kilogram pada 17 Agustus menjadi Rp52.400 per kilogram pada 21 Agustus 2026. Kenaikan sekitar 7,9 persen itu menjadi yang tertinggi dibanding provinsi lain dalam wilayah kerja KPPU Kanwil I pada periode yang sama.

  1. 1. Harga ayam Sumut naik 7,9 persen dalam empat hari

    IMG_20260707_114438.jpg
    Mujiyem seorang pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Kenaikan harga ayam ras segar tersebut menjadi perhatian KPPU karena terjadi cukup cepat. Perubahan harga itu akan ditelusuri dari sisi pasokan, biaya produksi hingga distribusi sebelum sampai ke konsumen.

    Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, mengatakan kenaikan harga komoditas tidak selalu disebabkan persoalan persaingan usaha. Ada sejumlah faktor yang bisa memengaruhi harga, termasuk biaya pakan, ketersediaan pasokan dan perubahan permintaan.

    “KPPU akan melakukan pemantauan untuk melihat bagaimana pembentukan harga terjadi di sepanjang rantai pasok ayam, mulai dari peternak, distributor atau rumah potong, hingga pedagang,” ujar Ridho dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).

    KPPU akan melihat bagaimana harga terbentuk mulai dari tingkat peternak hingga pedagang. Pemeriksaan tersebut juga akan mencakup perubahan pola pasokan ayam untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

  2. 2. KPPU cek apakah kebutuhan MBG ikut memengaruhi pasokan

    IMG-20250915-WA0015.jpg
    Penyaluran program MBG di SDN 3 Rajabasa, Bandar Lampung. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

    Program MBG menjadi salah satu hal yang turut diperhatikan KPPU dalam memantau kenaikan harga ayam. Namun, Ridho menegaskan meningkatnya permintaan untuk program tersebut tidak otomatis berarti telah terjadi persoalan persaingan usaha.

    KPPU masih perlu melihat kondisi pasokan secara menyeluruh. Termasuk apakah permintaan dari MBG mengubah distribusi ayam dari peternak dan distributor ke pasar umum.

    Menurut Ridho, persoalan persaingan baru dapat didalami apabila ditemukan indikasi tertentu dalam rantai pasok, seperti pembatasan pasokan atau tindakan yang menghambat pelaku usaha lain mendapatkan akses.

    “Kami juga akan mencermati penyerapan ayam untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan melihat apakah terdapat perubahan pola pasokan ke pasar,” ujar Ridho.

  3. 3. KPPU turun ke lapangan minggu ini

    Pedagang memotong daging ayam ras pesanan pembeli di Pasar Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
    Pedagang memotong daging ayam ras pesanan pembeli di Pasar Pasar Peterongan, Semarang, Jawa Tengah. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

    Ridho mengatakan pemantauan lapangan akan dilakukan pada pekan ini. Hasil pemantauan akan menjadi bahan bagi KPPU untuk menentukan apakah diperlukan pemeriksaan atau pendalaman lebih lanjut.

    Fokusnya adalah memastikan kenaikan harga ayam terbentuk berdasarkan kondisi supply and demand serta biaya distribusi yang terjadi di sepanjang rantai pasok.

    “Kami ingin memastikan kenaikan harga ini terbentuk secara wajar berdasarkan kondisi supply dan demand serta biaya distribusi. Karena itu, pemantauan lapangan akan kami lakukan pada minggu ini dan akan menjadi dasar untuk menentukan apakah diperlukan pendalaman lebih lanjut,” pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More