Sebanyak 353 Siswa Karo Diduga Keracunan MBG, Gubernur Tunggu Hasil Lab

- Sebanyak 353 orang terdampak dugaan keracunan makanan dari SPPG yang berafiliasi dengan TNI di Kabupaten Karo.
- Satu korban dirujuk ke Kota Medan, sementara seorang korban yang sempat dirawat di ICU sudah mulai membaik.
- BGN menghentikan sementara SPPG, sedangkan sampel makanan diperiksa laboratorium dan Pemprov Sumut berkoordinasi untuk pengawasan.
Medan, IDN Times – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyebut sebanyak 353 orang menjadi korban dalam kasus dugaan keracunan makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berafiliasi dengan TNI di Kabupaten Karo. Satu orang bahkan harus dirujuk ke Kota Medan untuk mendapatkan penanganan medis.
Bobby mengatakan kasus tersebut menjadi kejadian serius yang harus menjadi evaluasi dalam pelaksanaan program. Pemerintah Provinsi Sumut juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian.
1. Satu korban sempat dirawat di ICU

ilustrasi rumah sakit, dokter, periksa kesehatan, ukur tensi, tekanan darah (pexels.com/Thirdman) Bobby menyampaikan jumlah warga yang terdampak terus bertambah setelah sebagian mengalami reaksi tidak langsung pada saat jam belajar. Dari pendataan sementara, total korban mencapai 353 orang.
"Ya ini kejadian fatal ya. Kejadian fatal yang terdampak kepada anak-anak kita," kata Bobby dalam wawancara yang terekam dalam transkrip.
Bobby menyebut terdapat satu orang yang harus dirujuk ke Kota Medan. Sebelumnya, salah seorang korban juga sempat menjalani perawatan di ruang ICU.
"Namun hari ini sudah mulai membaik," ujarnya.
Menurut Bobby, kasus tersebut harus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Ia juga menyebut Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengambil langkah terhadap SPPG yang menjadi sumber makanan.
2. SPPG dihentikan sementara, sampel makanan diperiksa di laboratorium

Ilustrasi SPPG di Kabupaten Majalengka (inin nastain/IDN Times/ Bobby mengatakan SPPG tersebut telah mendapatkan surat pemberhentian sementara atau suspend dari BGN. Diketahui, nama SPPG yang diduga menjadi penyebab keracunan itu, dikelola oleh Yayasan Manunggal Kartika Jaya (MKJ). SPPG itu beriri di atas asset Kodim 0205/Tanah Karo.
"Setahu saya hari ini dari BGN sudah memberikan surat pemberhentian sementara. Surat suspend. Pemberhentian SPPG yang sementara," ujar Bobby.
Sementara itu, makanan yang dikonsumsi para siswa telah dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Bobby menyebut pemeriksaan mencakup aspek toksikologi biologis dan mikrobiologi.
"Belum, kan hasil labnya tadi ada yang toksi biologis dan mikrobiologi," katanya.
Bobby mengatakan hasil pemeriksaan membutuhkan waktu berbeda. Pemeriksaan tertentu disebut dapat selesai dalam satu hari, sedangkan analisis lainnya membutuhkan waktu hingga dua hari.
"Pokoknya waktunya ada yang satu hari. Yang paling lama itu penelahannya nanti dua hari," ujar Bobby.
Ia meminta dugaan sumber makanan yang menyebabkan kejadian tersebut tidak disimpulkan lebih dahulu sebelum hasil laboratorium ke luar.
3. Pemprov Sumut Akan Perkuat Pengawasan SPPG

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan kesiapan Sumut menjadi salah satu pusat fashion Indonesia melalui pengembangan wastra tradisional. Menurutnya, kekayaan budaya yang dimiliki Sumut merupakan modal besar untuk menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkuat industri fashion nasional hingga ke tingkat internasional. (Dok. Pemprov Sumut) Bobby mengatakan pengawasan terhadap SPPG ke depan akan dilakukan bersama BGN. Menurutnya, kejadian di Karopak harus menjadi bahan evaluasi agar kasus serupa tidak terulang.
"Ya makanya tadi kita harapkan ini tidak terjadi lagi. Tidak terjadi lagi. Dan ini menjadi pembelajaran," ujar Bobby.
Ia menegaskan SPPG yang mengalami kejadian tersebut telah disuspensi. Untuk pengawasan berikutnya, Pemprov Sumut akan terus berkoordinasi dengan BGN.
"Nantinya terus berkolaborasi dengan BGN," pungkasnya.

















![[BREAKING] Pelajar di Berastagi Dibawa ke RS, Diduga Keracunan MBG](https://image.idntimes.com/post/20260813/whatsapp-image-2026-08-13-at-3_a58b673e-4521-4c1a-94b4-d70d17385eda.jpeg)
