Komunitas One Voice Dilantik, SMP Harapan 3 Kukuhkan Gerakan Sekolah Aman Digital

- SMP Harapan 3 melantik pengurus OSIS 2026/2027 dan 30 anggota Komunitas Sekolah Aman Digital One Voice, yang diketuai Muhammad Azzam Mubarak.
- One Voice dibentuk bersama tim penelitian Universitas Sumatera Utara untuk mengedukasi penggunaan digital bijak, mencegah pengeditan foto menjadi meme, serta menekan cyberbullying.
- Komunitas melibatkan perwakilan setiap kelas sebagai role model dan menyiapkan seminar serta Pekan Anti Cyberbullying untuk memperluas pencegahan di lingkungan sekolah.
Medan, IDN Times -SMP Harapan 3 melantik pengurus OSIS periode 2026/2027 serta pengurus Komunitas Sekolah Aman Digital One Voice di lapangan sekolah, Senin (28/9/2026), usai pelaksanaan upacara bendera.
Sebanyak 30 siswa dilantik sebagai bagian dari Komunitas Sekolah Aman Digital yang diketuai oleh Muhammad Azzam Mubarak. Para anggota terdiri atas pengurus inti, yakni ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta koordinator media atau PDD, dan perwakilan siswa dari setiap kelas.
Kepala SMP Harapan 3, Budi Susetyo, S.Pd., mengatakan pengukuhan One Voice merupakan salah satu upaya sekolah untuk meningkatkan kesadaran siswa dalam menggunakan perangkat digital dan media sosial secara bijak. Ia juga menjelaskan bahwa komunitas ini terbentuk dari hasil diskusi dan perencanaan bersama antara sekolah dan tim penelitian yang diketuai oleh Moulita, S.Sos., MA dari Universitas Sumatera Utara dengan menerapkan konsep partisipatif dalam pencegahan kekerasan online berbasis sekolah.
“Komunitas ini dibentuk tentu ada tujuannya, yaitu untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh siswa-siswi SMP Harapan 3 tentang bijak menggunakan handphone dan media sosial yang kalian miliki. Supaya tidak ada lagi saling mengedit foto kawannya menjadi meme atau bahan candaan. Harapannya agar kedepannya tidak ada lagi cyberbullying di sekolah ini. Hal ini juga berlaku bagi guru dan orang tua yang merupakan bagian dari sekolah ini” ujar Budi saat upacara.
1. Meningkatkan pemahaman siswa mengenai cyberbullying

SMP Harapan 3 melantik pengurus OSIS periode 2026/2027 serta pengurus Komunitas Sekolah Aman Digital One Voice (Dok. SMP Harapan 3 Medan) Sebagai komunitas yang berfokus pada keamanan digital, One Voice akan menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai cyberbullying. Komunitas ini juga melibatkan perwakilan dari setiap kelas agar upaya pencegahan cyberbullying dapat menjangkau lebih banyak siswa di lingkungan sekolah.
Ahmad Razali, M.Sos., selaku Wakil Kepala Sekolah 2 Bidang Kesiswaan SMP Harapan Tiga sekaligus Pembina Komunitas One Voice, menyebutkan bahwa anggota komunitas yang merupakan perwakilan dari setiap kelas tersebut akan dibentuk sebagai role model sehingga dapat menginspirasi para siswa untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
“Setiap perwakilan akan menjadi role model, kemudian nanti akan memberikan inspirasi kepada siswa lain untuk melakukan hal yang sama. Jadi diharapkan, Insya Allah, kalau ini konsisten kita laksanakan, sekolah kita bisa diklaim benar-benar bebas bullying.” ungkapnya.
2. Akan gelar Pekan Anti Cyberbullying

Speak Up! Stop Bullying Ketua Komunitas One Voice, Muhammad Azzam Mubarak, mengatakan salah satu program yang akan dilaksanakan adalah seminar anti cyberbullying. Selain itu, komunitas juga berencana mengadakan Hari atau Pekan Anti Cyberbullying sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak dan pencegahan cyberbullying.
“Akan diadakan seminar anti cyberbullying dan sudah dibentuk juga perwakilan setiap kelas yang menjadi anggota komunitas untuk memperluas jangkauan komunitas terhadap kasus cyberbullying di lingkungan sekolah ini. Nantinya juga akan dibentuk Hari atau Pekan Anti Cyberbullying yang dirayakan dengan berbagai kegiatan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi tentang dampak cyberbullying” tutur Azzam.
3. Menularkan dampak bagi lingkungan sekolah

SMP Harapan 3 melantik pengurus OSIS periode 2026/2027 serta pengurus Komunitas Sekolah Aman Digital One Voice (Dok. SMP Harapan 3 Medan) Menurut Azzam, keberadaan perwakilan dari setiap kelas diharapkan dapat memperluas jangkauan One Voice dalam mengetahui persoalan cyberbullying yang terjadi di lingkungan sekolah. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya dilakukan oleh pengurus inti, tetapi melibatkan siswa dari berbagai kelas.
Ia berharap seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak bagi lingkungan sekolah.
“Semoga segala program dapat berjalan dengan sukses dan diberantas segala tindak cyberbullying hingga nol,” harapnya.
Melalui pembentukan One Voice, SMP Harapan 3 berupaya membangun kesadaran siswa untuk menggunakan perangkat dan media sosial secara lebih bijak serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari cyberbullying.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















