Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Sebut Ada Gelombang Kelvin dan Rossby Aktif di Aceh

Kota Medan
3 min read
BMKG Sebut Ada Gelombang Kelvin dan Rossby Aktif di Aceh
Gelombang Laut (pexels.com/Pixabay)
  • BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Aceh berlaku 30 September-3 Oktober 2026, dipengaruhi Gelombang Kelvin, Rossby, belokan angin, konvergensi, dan suhu muka laut hangat.
  • Potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meluas pada 1-2 Oktober; hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Subulussalam dan sejumlah kabupaten.
  • Gelombang laut 1,25-2,5 meter berpotensi terjadi di beberapa perairan Aceh; masyarakat pesisir dan pelaut diminta memantau informasi BMKG sebelum beraktivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Banda Aceh, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda mengeluarkan peringatan dini cuaca serta informasi tinggi gelombang untuk wilayah Aceh yang berlaku mulai 30 September hingga 3 Oktober 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Nabila, mengatakan sejumlah kondisi atmosfer berpotensi meningkatkan aktivitas pembentukan awan hujan di wilayah Aceh.


  1. 1. Gelombang Kelvin dan Rossby aktif di Aceh

    Ilustrasi gelombang laut (pixabay.com/Kanenori)
    Ilustrasi gelombang laut (pixabay.com/Kanenori)

    Nabila menjelaskan, aktifnya Gelombang Kelvin dan Equatorial Rossby di Aceh, serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi, dapat mendukung aktivitas konvektif di sejumlah wilayah.

    Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan perairan timur Aceh berpotensi meningkatkan penguapan. Kondisi tersebut dapat menambah kandungan uap air di atmosfer.

    “Beberapa kondisi meteorologis tersebut berkontribusi langsung terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” kata Nabila, Rabu (30/9/2026).

    Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang, kata dia, berpeluang terjadi di sejumlah kabupaten, pada 30 September 2026.

    Di antaranya, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Timur, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Simeulue, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Aceh Tamiang.

    Sementara itu, pada tanggal tersebut tidak terdapat wilayah yang diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang.


  2. 2. Potensi hujan lebat meluas pada 1-2 Oktober

    Gelombang tinggi disertai angin kencang di pantai selatan Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)
    Gelombang tinggi disertai angin kencang di pantai selatan Bantul. (IDN Times/Daruwaskita)

    Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda memperkirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meluas saat memasuki 1 Oktober 2026.

    Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Tengah, dan Kabupaten Aceh Tenggara.

    Selanjutnya, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Gayo Lues, Kota Banda Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Simeulue, dan Kabupaten Nagan Raya.

    “Pada hari yang sama, potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Subulussalam,” kata Nabila.

    Kemudian pada 2 Oktober, hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Singkil, Kabupaten Aceh Tengah, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Simeulue.

    Adapun potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang mencakup Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Selatan, Kabupaten Aceh Tenggara, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, dan Kabupaten Nagan Raya.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari akibat pemanasan intens pada siang hari.

    Masyarakat juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang disertai angin kencang.

    BMKG menyarankan masyarakat menghindari daerah sumber air seperti danau, sungai, dan waduk ketika terjadi hujan berintensitas tinggi atau berdurasi lama.


  3. 3. Gelombang laut capai 2,5 meter

    Ilustrasi gelombang laut. (IDN Times/Sukma Shakti)
    Ilustrasi gelombang laut. (IDN Times/Sukma Shakti)

    Selain cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan kondisi perairan Aceh. Nabila mengatakan pola angin di wilayah perairan Aceh umumnya bergerak dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 4-25 knot.

    Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Sabang-Banda Aceh dan Perairan Aceh Besar-Meulaboh.

    Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan.

    Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang tersebut meliputi Perairan Aceh Barat Daya-Simeulue, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Aceh Besar-Meulaboh, Perairan Selatan Simeulue, serta Perairan Aceh Singkil-Pulo Banyak.

    Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan, diimbau memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan gelombang dari BMKG sebelum melakukan aktivitas.


Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More