Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Harga Cabai di Sumut Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg

Kota Medan
2 min read
Harga Cabai di Sumut Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp100 Ribu per Kg
Harga cabai rawit di Tulungagung juga naik. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
  • Harga cabai di Sumut terus mahal: cabai merah Rp80.000-Rp90.000 per kg, rawit Rp90.000-Rp100.000 per kg, dengan Langkat mencatat harga rawit tertinggi.

  • Penurunan pasokan dipicu cuaca timpang, wilayah produksi Sumut yang melewati masa panen, serta permintaan luar daerah yang tetap konsisten; hujan tinggi turut mengganggu produksi dan distribusi.

  • Kenaikan cabai menekan daya beli rumah tangga dan usaha kuliner, yang menghadapi biaya bahan baku lebih tinggi serta berpeluang mengurangi porsi sambal daripada menaikkan harga jual.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Harga cabai di Sumatra Utara (Sumut) masih bertahan mahal dengan kecenderungan naik di sejumlah daerah. Kenaikan tersebut mulai membebani pelaku usaha kuliner hingga ibu rumah tangga.

Berdasarkan pengamatan langsung di pasar tradisional Tanjung Morawa, Delimas, dan Bakaran Batu, Kabupaten Deli Serdang, harga cabai merah ditransaksikan di rentang Rp80.000 hingga Rp85.000 per kilogram (kg). Sementara cabai rawit dijual Rp90.000 hingga Rp95.000 per kg.

Tidak hanya itu, harga cabai hijau naik di kisaran Rp60.000 per kg dan cabai caplak di kisaran Rp96.000 per kg. Kenaikan harga cabai merah sebelumnya memicu peralihan permintaan sehingga mendorong kenaikan harga jenis cabai lainnya. Curah hujan yang sangat tinggi juga turut memicu gangguan produksi maupun distribusi.

Di Kabupaten Langkat, harga cabai rawit bahkan diecer hingga Rp100.000 per kg. Sementara cabai merah yang sudah bertengger di kisaran Rp90.000 per kg, sangat memungkinkan dibeli konsumen di kisaran Rp100.000 per kg.

Berdasarkan pemantauan melalui Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) di Kota Medan, harga cabai merah tercatat Rp84.000 per kg di Pasar Brayan dan cabai rawit Rp82.000 per kg di Pasar Petisah.

  1. 1. Faktor fundamental yang membuat pasokan cabai mengalami penurunan

    ilustrasi cabai rawit (pexels.com/Mark Stebnicki)
    ilustrasi cabai rawit (pexels.com/Mark Stebnicki)

    Pengamat ekonomi Sumatra Utara Gunawan Benjamin mengatakan, ada banyak faktor fundamental yang membuat pasokan cabai mengalami penurunan sehingga menyulut kenaikan harga yang signifikan. Ketidakpastian kesinambungan pasokan ke depan masih menghantui konsumen.

    "Faktor cuaca yang timpang antara Sumut dan wilayah lain yang terkena musim kering atau El Nino membuat proyeksi harga ke depan menjadi sulit diukur. Sejumlah wilayah produksi cabai di Sumut telah melewati musim panen, sementara permintaan dari luar Sumut masih konsisten," ujar Gunawan, Kamis (1/10/2026).

  2. 2. Daya beli masyarakat dipastikan tertekan

    Potret cabai rawit hijau untuk membuat sambal cibiuk (pixabay.com/masarapmatulog)
    Potret cabai rawit hijau untuk membuat sambal cibiuk (pixabay.com/masarapmatulog)

    Menurut Gunawan, daya beli masyarakat dipastikan tertekan. Bagi pelaku usaha kuliner, seperti ayam penyet, kenaikan tersebut sangat memukul. Selain terbebani harga daging ayam yang belakangan bertahan mahal, mereka harus menghadapi kenaikan harga cabai.

    "Dipastikan kenaikan harga cabai ini akan memukul usaha kuliner yang sudah memiliki nama besar tanpa terkecuali," katanya.

  3. 3. Pelaku usaha kuliner berpeluang mengurangi porsi sambal dibandingkan menaikkan harga jual

    Potret sambal pecak
    Potret sambal pecak (vecteezy.com/Rusdian Syah Hasibuan)

    Di awal Oktober ini, cabai telah menebar ancaman inflasi. Sebagai salah satu komoditas dominan dalam bumbu dapur, kenaikan harga akan memaksa ibu rumah tangga mengubah menu yang lebih akomodatif dengan isi kantong.

    Sementara bagi pelaku usaha kuliner, baik kecil maupun besar, berpeluang mengurangi porsi sambal dibandingkan menaikkan harga jual.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More