Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Waspada El Nino, Harga Cabai di Sumut Berpeluang Ikut Naik

Kota Medan
3 min read
Waspada El Nino, Harga Cabai di Sumut Berpeluang Ikut Naik
Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)
  • Harga cabai merah Sumut turun tipis menjadi rata-rata Rp58.400 per kilogram, meski di sejumlah pasar Medan masih Rp70 ribu dan harga di Jawa melonjak hingga Rp100 ribu.

  • Pengamat menilai lonjakan harga cabai di Jawa berpotensi menekan harga nasional, termasuk Sumut, di tengah ancaman El Nino dan kenaikan biaya produksi.

  • Harga daging ayam Sumut relatif stabil, rata-rata Rp50.550 per kilogram; diperkirakan bertahan sebulan, namun kenaikan pakan, jagung pipil, dan pelemahan rupiah berisiko menaikkan biaya produksi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Harga cabai merah di Sumatra Utara (Sumut) pada perdagangan hari ini, Senin (22/9/2026), terpantau turun. Sementara di Pulau Jawa, harganya justru melonjak hingga menembus Rp100 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga cabai merah di Sumut rata-rata ditransaksikan Rp58.400 per kg. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan posisi akhir pekan lalu yang mencapai Rp58.700 per kg.

Dari pantauan IDN Times, pada pedagang pasar tradisional masih menjual di harga Rp70 ribu per kg. Seperti di Pasar Pagi Setia Budi pada Senin (21/9/2026) harga cabai merah Rp70 ribu per Kg. Hal yang sama juga di Pasar Tradisional Karya Anak Bangsa juga masih berada pada harga Rp70 ribu per Kg.

Sedangkan untuk harga bawang merah dan bawang putih dengan harga yang sama sekitar Rp40 ribu per Kg.

Sementara itu, untuk ikan bawal putih masih dalam harga yang tinggi Rp70 ribu per Kg dan harga ayam potong Rp50 ribu per Kg.

  1. 1. Harga cabai merah di Sumut dinilai anomali

    Ilustrasi cabai merah keriting.
    Ilustrasi cabai merah keriting. (Dok. Bapanas)

    Pergerakan harga cabai merah di Sumut dinilai anomali jika dibandingkan dengan wilayah Pulau Jawa yang cenderung naik. Kenaikan harga di Jawa dikhawatirkan dapat merembet dan menekan harga di Sumut.

    Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin, mengatakan kenaikan harga cabai merah di Pulau Jawa membutuhkan mitigasi agar tekanannya tidak menjalar ke wilayah Sumut.

    "Seperti yang diproyeksikan sebelumnya, harga cabai merah berpeluang naik di tengah ancaman El Nino. Ditambah kenaikan biaya pokok produksi, sulit bagi harga cabai merah untuk kembali normal dalam waktu dekat," ujar Gunawan.

    Sekedar informasi, El Nino adalah fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur. El Nino memiliki dampak yang beragam dalam lingkup skala global.

    Beberapa negara di kawasan Amerika Latin seperti Peru, saat terjadi El Nino akan berdampak pada meningkatnya curah hujan di wilayah tersebut. Sedangkan di Indonesia secara umum dampak dari El Nino adalah kondisi kering dan berkurangnya curah hujan.

  2. 2. Lompatan harga di Pulau Jawa memicu kenaikan harga di wilayah lain

    Pedagang cabai di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)
    Pedagang cabai di Pasar Al Mahirah, Kota Banda Aceh, Aceh. (IDN Times/Mhd Saifullah)

    Menurutnya, lompatan harga cabai di Pulau Jawa sangat potensial memicu kenaikan harga di wilayah lain secara nasional.

    Di sisi lain, harga daging ayam di wilayah Sumut terpantau stabil. Mengacu pada data PIHPS, harga daging ayam rata-rata Rp50.550 per kg. Khusus di Kota Medan, harga daging ayam ditransaksikan pada kisaran Rp46 ribu hingga Rp48 ribu per kg pada perdagangan hari ini.

  3. 3. Diprediksi harga daging ayam masih bertahan satu bulan kedepan

    IMG_20260707_114438.jpg
    Mujiyem seorang pedagang daging ayam menunggu pembeli di Pasar Karangayu Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Gunawan memprediksi harga daging ayam masih akan bertahan di level yang sama setidaknya dalam satu bulan mendatang.

    Namun, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga akibat tren harga pakan ternak yang tak kunjung turun.

    "Yang perlu diwaspadai dari pergerakan harga daging ayam adalah tren kenaikan harga pakan ternak. Kinerja harga pakan masih berpeluang naik seiring kenaikan harga jagung pipil. Pelemahan rupiah di sisi lain juga sangat berpeluang mendorong kenaikan biaya input produksi dalam waktu dekat," tutupnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More