Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Ratusan UMKM Ikuti Seminar Nasional, Dorong Ekosistem Halal Sumut

Kota Medan
Ratusan UMKM Ikuti Seminar Nasional, Dorong Ekosistem Halal Sumut
Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)
  • Inspirasi Halal Indonesia menggelar seminar di Medan yang melibatkan ratusan UMKM, Dinas Koperasi, dan Dinas Kesehatan, disertai dialog serta penyerahan sertifikat halal.
  • Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menilai Sumatra Utara berpotensi besar mengembangkan UMKM halal melalui kolaborasi, pendampingan, dan sertifikasi untuk meningkatkan daya saing serta akses pasar.
  • Nilai rantai halal mencapai Rp6.400 triliun pada 2025; BPJPH mendorong tertib sertifikasi dan penguatan produk lokal agar Indonesia, termasuk Sumatra Utara, menjadi produsen halal global.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia di Le Polonia Hotel, Medan, pada Rabu (26/8/2026) kemarin. Kegiatan ini diikuti ratusan pelaku UMKM serta melibatkan Dinas Koperasi Kota Medan dan Dinas Kesehatan Kota Medan.

Seminar tersebut dirangkaikan dengan dialog interaktif mengenai pengembangan ekosistem halal dan penyerahan sertifikat halal kepada pelaku UMKM. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya, mendorong pelaku usaha meningkatkan daya saing sekaligus memperluas akses pasar melalui kepastian produk halal.

  1. 1. Sumatra Utara miliki potensi besar dalam pengembangan UMKM halal

    IMG-20260827-WA0024.jpg
    Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)

    Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Dr. Ir. Ahmad Haikal Hasan, menyebut Sumatra Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan UMKM halal.

    “Sumatra Utara ini memiliki potensi UMKM halal yang luar biasa. Potensi ini harus terus kita dorong bersama melalui kolaborasi, pendampingan, dan sertifikasi halal agar UMKM semakin berkembang dan naik kelas,” ujar Haikal.

    Ia juga mengajak pelaku UMKM di Sumatra Utara meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar lewat kepastian produk halal.

    Menurutnya, saat ini makanan, minuman, obat, kosmetik, hingga barang gunaan halal menjadi tren dunia. Hal itu disebut sebagai peluang besar bagi pelaku UMKM.

    “Sebab sekarang ini produsen halal dunia dipegang oleh China, Brazil, Amerika, Prancis. Itu Indonesia di mana? Nomor 8,” katanya.

  2. 2. Target jadi produsen, bukan sekadar konsumen

    IMG-20260827-WA0026.jpg
    Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)

    Pria yang akrab disapa Babe Haikal itu berharap melalui seminar nasional, sosialisasi halal semakin luas. Ia ingin pelaku UMKM tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen halal.

    “Sumatra Utara ini termasuk salah satu provinsi yang besar. Tujuh besar dalam produksi halal Indonesia. Maka ambil bagian juga untuk dunia, karena sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar, kok kita nomor delapan? Kan kurang pas. Harusnya nomor satu,” tuturnya.

    Ia mengajak pelaku UMKM menumbuhkan semangat pengembangan UMKM halal, agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen sesuai Asta Cita yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

    “Sumatra Utara ini punya potensi besar. Maka dari itu harus kita dorong, lewat pendampingan juga sertifikasi halal,” ucapnya.

  3. 3. Nilai rantai halal tembus Rp6.400 Triliun

    IMG-20260827-WA0025.jpg
    Inspirasi Halal Indonesia menggelar Seminar Nasional bertajuk Membangun Ekosistem Halal untuk Masa Depan Indonesia (Dok. Tim Inspirasi Halal Indonesia)

    Babe Haikal memaparkan Halal Value Chain yang mencakup pariwisata halal, ekspor-impor halal, produsen, dan sektor terkait halal telah menembus angka Rp6.400 triliun pada 2025.

    Ia juga mencatat sektor pariwisata halal Indonesia kini berada di peringkat kedua dunia, naik dari posisi kelima tahun sebelumnya. Pencapaian itu disebut berkat penekanan pada aspek kebersihan dan kesehatan atau hygiene.

    “Kebersihan dan kesehatan itu bagian dari halal. Bukan cuma no pork, no lard, no alcohol. Tapi prosesnya harus bersih, higienisnya terdata, no MSG-nya tidak berlebihan, dan seterusnya yang banyak kita kritisi dari cara-cara pembuatan yang tidak halal,” katanya.

    Pertumbuhan ekonomi tersebut terus dikejar guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing. Salah satu cara menghalau produk asing masuk ke Indonesia adalah dengan memperkuat produk dalam negeri.

    Ia juga menekankan negara seperti China, Amerika, Jepang, hingga Korea lebih unggul karena tertib dalam sertifikasi halal.

    “Kita mesti tertib halal juga, supaya kita bisa menang dan menjadi pilihan produk oleh konsumen masyarakat Indonesia yang sangat sensitif kalau soal halal,” ucapnya.

    Penguatan ekosistem halal di Sumatra Utara diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan melalui sinergi pemerintah, lembaga terkait, pelaku UMKM, serta masyarakat.

    Dengan semakin banyaknya UMKM yang memperoleh sertifikasi halal, produk lokal Sumatra Utara diharapkan mampu memiliki daya saing lebih kuat dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More