Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Gelapkan Uang Jemaat Paroki Rp28 M, Ini Bisnis Eks Pejabat BNI dan Istri

Gelapkan Uang Jemaat Paroki Rp28 M, Ini Bisnis Eks Pejabat BNI dan Istri
Imigrasi Tangkap Kepala Kas BNI Aek Nabara, Andi Hakim Buronan Kasus Penggelapan Dana Jemaat Gereja Paroki di Bandara Kualanamu (Dok. Imigrasi Sumut)

Polisi menangkap Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Senin (30/3/2026) terkait dugaan penggelapan dana milik Credit Union Paroki Aek Nabara (CU PAN) yang merupakan koperasi di bawah pengelolaan Gereja Katolik. Andi ditangkap bersama istrinya, Camelia Rosa.

“Sementara, kalau dari laporan polisi kemarin itu ada sekitar Rp 28 miliar (yang digelapkan Andi). Namun, sampai dengan tadi tersangka baru mengakui sekitar Rp 7 miliar yang digunakan,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut Kombes Pol Rahmat Budi Handoko di Mapolda Sumut, Senin (30/3/2026) malam.

Dari pemeriksaan awal polisi, Andi mengaku hanya menggelapkan dana sebesar Rp 7 miliar. Dana Dipakai untuk Usaha Rahmat mengatakan, uang hasil penggelapan tersebut digunakan untuk berbagai investasi usaha milik tersangka.

“Penggunaannya yaitu salah satunya untuk investasi, baik di bidang sport center, kafe, mini zoo, dan beberapa tempat yang dijadikan usaha oleh tersangka,” ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran IDN Times, ini perusahaan investasi dan bisnis yang dimiliki oleh Andi Hakim Febriansyah dan istrinya Camelia Rosa di Kabupaten Labuhanbatu.

1. Dirikan PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera

laman website PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera (Website CKC Corp)
Laman website PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera (Website CKC Corp)

Dengan jabatan yang dimilikinya, Andi Hakim menawarkan produk investasi fiktif bertajuk "BNI Deposito Investment" dengan iming-iming imbal hasil atau bunga tinggi mencapai 8 persen per tahun.

Kepercayaan jemaat yang terkumpul melalui koperasi gereja tersebut disalahgunakan oleh Andi. Sebagai pejabat bank, ia meyakinkan para korban dengan memberikan bilyet atau sertifikat deposito yang belakangan diketahui sebagai dokumen palsu yang ia tanda tangani sendiri.

Hasil investigasi mendalam mengungkap bahwa dana senilai Rp28 miliar yang disetorkan oleh sekitar 1.900 anggota koperasi gereja tersebut tidak pernah mengalir ke brankas bank.

Sebaliknya, Andi Hakim mengalihkan dana jumbo tersebut ke sejumlah rekening pribadi dan pihak terafiliasi guna kepentingan personal.

Aliran dana masuk ke rekening pribadi Andi Hakim, rekening istrinya yang bernama Camelia Rosa, serta rekening PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera, sebuah perusahaan milik mereka.

PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera atau biasa disebut CKC Corp di laman resminya menyebutkan CKC Corp adalah perusahaan yang menjalankan bisnis usaha pada bidang Food and beverage, Home decor, Boutique, Automotive dan Frozen food.

CKC Corp didirkan sekitar tahun 2020-2021 dengan status kepemilikan bisnis Ownership. Mulai dengan bidang usaha yang bergerak pada FnB dan Home decor hingga kemudian berkembang menjadi perusahaan yang bergerak di berbagai bidang.

CKC Corp dalam lamannya membuka tawaran atau peluang untuk berinvestasi. Pada tahun 2024, CKC CORP mengklaim telah memiliki rekan kerjasamanya yang mencakup usaha lokal dan produk lokal di Indonesia, dengan memanfaatkan berbagai organisasi yang ada.

Concern-nya, peningkatan kesejahteraan dengan bersama-sama menggerakan usaha yang menghasilkan keuntungan, namun diimbangi dengan dampak positif yang diciptakan. Banyak permasalahan sosial yang terbantu dengan munculnya wirausaha sosial, mulai dari lapangan pekerjaan sampai menjaga lingkungan. Metode bisnis seperti itu yang ikut menggerakan roda perekonomian berkelanjutan.

Pada tahun 2023, owner CKC Corp Camelia Rosa mendapat penghargaan Entrepreneur oleh Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu pada perayaan 78 tahun Pemkab Labuhanbatu. Luar biasa.

2. Bisnis Kuliner CKC Corner sudah memiliki 7 cabang

494012025_122146433912427068_3173484805114312628_n.jpg
Camelia Rosa Pemilik CKC Corner (FB. Reza K)

Pada 17 Desember Andi Hakim dan istrinya Camelia Rosa memulai bisnis kuliner dengan nama CKC Corner di Jalan Perisai, Rantau Prapat, Labuhanbatu.

Dalam website ckccorner.co.id dijelaskan mereka memiliki banyak cabang di Sumut dan di luar Sumut.

CKC Cabang Labuhanbatu Utara: Jl. Mayor Muhammad Siddiq No 2 Aek Kanopan, Labuhanbaru Utara
CKC Cabang Siantar: Jl. Kartini No 7 Timbang Galung Pematang Siantar
CKC Corner Bagan Batu: Jl. Imam Bonjol, Bagan Batu, Kec. Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau
CKC Corner RS Awal Bros Bagan Batu: Jalan Lintas Riau – Sumatera Utara No.88, Bagan Batu, Kec. Torgamba, Riau
CKC Corner Asahan: Ledong Barat, Kec. Aek Ledong, Kabupaten Asahan
CKC Corner Kota Pinang: Jl. Bukit, Kota Pinang, Kec. Kota Pinang, Kab. Labuhanbatu Selatan
CKC Corner Medan: Jl. Dr. Mansyur, D’Hill Kost, Gg. Sehat No.36, Padang Bulan Selayang I, Kec. Medan Selayang, Kota Medan
CKC Corner Binjai: Jl. Tuanku Imam Bonjol No.37, Setia, Kec. Binjai Kota, Kota Binjai

3. Mini Zoo atau Rantau Prapat Vaganza

Mini Zoo Rantau Prapat (FB CKC Corp)
Mini Zoo Rantau Prapat (FB CKC Corp)

Taman Edukasi Satwa Rantauprapat Vaganza atau biasa disebut Mini Zoo Rantau Prapat resmi dibuka untuk umum pada 22 Desember 2025. Berada di Jalan Kampung Sawah Puncak Penatapan Rantauprapat dengan luas 1 hektare dan berpotensi diperluas hingga 5 hektare.

Pembangunan sarana taman edukasi satwa oleh CKC CORP bertujuan menghadirkan wahana wisata edukatif dan mendukung pengembangan kawasan Rantau Prapat Vaganza, dengan menghadirkan satwa endemik Indonesia seperti owa Sumatera, owa Jawa, dan rusa Jawa, serta satwa dari luar negeri, yang mencakup beragam jenis satwa mulai dari mamalia, reptil, aves (termasuk dalam pembangunan aviary), hingga pisces. Juga menghadirkan Mini Zoo edukatif dengan koleksi satwa ramah anak, Taman Bunga Anggrek dengan berbagai jenis serta Wisata air sepeda dan kano di sungai alami yang asri lengkap dengan Tenant usaha mulai dari kuliner dan suvenir.

Pada lama websitenya, Manajemen CKC CORP membuka peluang bagi para investor untuk berkolaborasi membangun destinasi wisata berstandar kenyamanan dan keamanan yang tinggi, serta menciptakan dampak positif secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar. Dengan estimasi biaya pembangunan Rp2 miliar.

4. Sport Center Rantau Prapat

Sport Center Rantau Prapat (FB. SCRP)
Sport Center Rantau Prapat (FB. Dina J)

Pada 25 April 2025, Andi Hakim dan istrinya menggelar soft opening Sport Center Rantau Prapat di Puncak Penatapan Rantauprapat milik mereka dengan luas sekitar 2 hektare. Dalam penawaran investasi yang mereka lakukan, estimasi biaya pembangunan Rp2,5 miliar.

Pembangunan Sports Center Rantauprapat (SCRP) oleh CKC Corp bertujuan menghadirkan pusat olahraga modern dan terpadu di kawasan Rantau Prapat Vaganza. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat sekaligus menjadi destinasi rekreasi olahraga masyarakat, dengan berbagai arena seperti badminton, tenis meja, mini soccer, billiard, catur, panahan, hingga padel, dalam satu kawasan yang nyaman dan representatif.

Selain itu ada juga bisnis Cha Boutique by CKC Corp dan bisnis kuliner dimsum dan lain sebagainya.

5. Polisi masih terus selidiki aliran dana

529945781_122160019988427068_1723045409609059752_n.jpg
Andi Hakim dan Istrinya Camelia Rosa (FB Reza K)

Rahmat Budi Handoko menjelaskan, sebelum ditahan, Andi bersama istrinya Camelia Rosa sempat melarikan diri ke Australia pada 28 Februari 2026. Keduanya kemudian kembali ke Indonesia dan menyerahkan diri pada Senin (30/3/2026).

“Tadi pagi tepatnya pada pukul 09.00 tanggal 30 Maret 2026, tersangka bersama istrinya kembali dari luar negeri. Kemudian, kami langsung mengamankan tersangka dan melakukan penyelesaian kelengkapan administrasi di kantor Imigrasi Kualanamu,” katanya.

Ia menyebut kepulangan tersangka merupakan hasil komunikasi intensif antara penyidik dengan pihak keluarga dan penasihat hukum.

“Kita melakukan koordinasi dengan pihak penasehat hukum, pihak keluarga, dan alhamdulillah mereka secara apa namanya, secara sukarela dan kooperatif kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Polisi juga masih menyelidiki kemungkinan keterlibatan istri tersangka dalam kasus tersebut.

“Ini sedang kami dalami, jadi sementara masih dalam pemeriksaan, (apakah) keterlibatan dari istri beliau membantu atau mungkin juga ikut dalam hal ini penipuan tersebut. Kalau memang unsur dan bukti cukup untuk dinaikkan sebagai tersangka, akan kami lakukan tersangka,” ujar Rahmat.

“Penyidik masih terus mendalami aliran dana serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara dugaan penggelapan dana jemaat tersebut,” ujarnya.

Terayar, Direktur Human Capital and Compliance BNI, Munadi Herlambang mengatakan pihaknya akan mengembalikan seluruh dana jemaat Gereja Aek Nabara. Sebelumnya BNI telah mengembalikan uang sebesar Rp7 miliar ke rekening CU PAN dan BNI akan mengirimkan sisanya sekitar Rp21 miliar.

“Kami telah melakukan verifikasi awal dan koordinasi dengan aparat hukum, dan kami mengembalikan sebesar Rp7 miliar di tahap awal. Dan kita akan menyelesaikan sisanya dalam waktu minggu ini,” kata Munadi pada Minggu (19/4/2026) melalui konferensi pers virtual.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

AHDC 2026 Regional Sumut, 133 Pembalap Adu Kencang di Jalur Basah

19 Apr 2026, 23:31 WIBNews