Warga dan Mahasiswa Karo Sulap Sampah Plastik Jadi Ecobrick

- Warga Desa Gongsol dan mahasiswa UMSU bareng-bareng ubah sampah plastik jadi ecobrick lewat aksi bersih-bersih lingkungan untuk mengurangi pencemaran dan menumbuhkan kesadaran pengelolaan limbah berkelanjutan.
- Kegiatan ini bagian dari program Penyuluhan Komunikasi Sosial PEKOMSI 2026 yang digagas HMJ IKO FISIP UMSU bersama komunitas Tangan Edukasi guna edukasi nilai guna limbah plastik bagi masyarakat.
- Warga merespons positif kegiatan ini karena dinilai bermanfaat menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus mendapat tambahan edukasi kesehatan agar makin sadar pentingnya hidup sehat dari lingkungan bersih.
Medan, IDN Times - Tumpukan sampah plastik di Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatra Utara kini punya wujud baru. Warga bersama mahasiswa UMSU mengubah limbah yang selama ini menjadi masalah jadi ecobrick lewat aksi bersih-bersih lingkungan.
Peserta turun langsung ke beberapa titik desa buat ngumpulin sampah plastik yang berserakan. Setelah dipilah, sampah nonorganik itu dipadatkan ke dalam botol plastik bekas. Hasilnya? Botol-botol padat yang bisa dipakai lagi jadi bahan bangunan, kursi, atau pot tanaman.
1. Dari hasil pungutan sampah berhasil memproduksi tiga ecobrick

Selama kegiatan, peserta dibagi jadi tiga kelompok. Dari hasil pungutan sampah itu, mereka berhasil memproduksi tiga ecobrick sebagai langkah awal pengelolaan limbah berbasis masyarakat.
Tujuan utamanya sederhana tapi penting: mengurangi pencemaran lingkungan dan menumbuhkan kesadaran warga soal pengelolaan sampah berkelanjutan. Lewat praktik langsung bikin ecobrick, masyarakat diajak paham kalau limbah plastik masih punya nilai guna kalau dikelola benar.
2. Bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai limbah plastik

Kegiatan ini bagian dari rangkaian Penyuluhan Komunikasi Sosial PEKOMSI 2026. Programnya digagas Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi HMJ IKO FISIP UMSU bareng komunitas Tangan Edukasi dan warga Desa Gongsol.
"Acara ini bertujuan membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai limbah plastik yang bisa diubah jadi barang bernilai guna, lebih berguna, yaitu ecobrick yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Gongsol," kata Adrin Satrian Nugroho, Ketua HMJ IKO FISIP UMSU.
3. Kegiatan ini juga disisipi edukasi kesehatan dan perawatan medis

Respon warga pun positif. Julpina Sipakar, warga Desa Gongsol, mengaku senang. "Acara ini sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan lingkungan, jika bisa dilakukan secara rutin. Lingkungan pun akan semakin bersih," ujarnya.
Selain urusan sampah, acara ini juga disisipi edukasi kesehatan dan perawatan medis. Tujuannya biar warga makin sadar soal pola hidup sehat yang dimulai dari lingkungan bersih.
















