Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

2 Tahun Bonus PON dan Peparnas Tak Cair, Atlet Riau Turun ke Jalan

Kota Pekanbaru
2 Tahun Bonus PON dan Peparnas Tak Cair, Atlet Riau Turun ke Jalan
Ratusan atlet dan pelatih PON-Peparnas 2024 turun ke jalan untuk aksi damai dan meminta sumbangan karena bonus tak kunjung cair (IDN Times/ istimewa)
Intinya Sih
  • Ratusan atlet dan pelatih Riau beraksi di gerbang Stadion Utama Pekanbaru, menuntut sisa bonus PON Aceh-Sumut 2024 yang belum cair setelah dua tahun.
  • Atlet PON dan Peparnas, termasuk Niken dari Rokan Hulu, menyebut baru menerima sekitar 45 persen bonus; dana itu dibutuhkan untuk biaya hidup dan latihan.
  • Kadispora Riau menyatakan SK pembayaran sisa bonus telah ditandatangani gubernur, tetapi pencairan Rp28 miliar tertunda karena kondisi keuangan daerah dan belum memiliki jadwal pasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pekanbaru, IDN Times - Ratusan atlet Riau dari berbagai cabang olahraga (Cabor) menggelar aksi di jalanan, tepatnya di gerbang masuk Stadion Utama, yang berada di Jalan Naga Sakti, Kota Pekanbaru, Kamis (6/8/2026) pagi. Tak hanya atlet, para pelatihnya juga ikut turun ke jalan.

Aksi tersebut mereka lakukan imbas dari bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 yang hingga kini belum dicairkan oleh Pemerintah Provinsi Riau. Dimana, dalam aksinya mereka meminta sumbangan kepada pengguna jalan.

Dalam pantauan, para atlet dan pelatih kompak memakai seragam PON Aceh-Sumut 2024. Selain itu, mereka juga membawa medali.

"Kenapa disana (lokasi aksi), karena saat itu Pemprov (Pemerintah Provinsi) Riau lagi mengadakan acara senam pagi dan menanam pohon dalam rangka memeriahkan HUT Riau ke-69," ucap pelatih angkat berat M Luthfi, Jumat (7/6/2026).

Dalam aksinya, mereka membawa spanduk dan kardus yang bertuliskan menuntut bonus dan 'sumbangan untuk korban bencana olahraga'.

Luthfi menyebut, aksi damai itu merupakan puncak dari kekecewaan mereka. 

"Kami sudah capek meminta hak kami. Capek bertanding, capek juga minta bonusnya. Kemarin janji awal tahun dibayar, tapi tidak juga dibayar," sebut Luthfi.

"Jadi tujuan kami ini ingin menyampaikan aspirasi ini langsung kepada Gubernur Riau yang datang ke acara senam itu. Tapi beliau tidak mau menemui kami, Kadispora yang datang," sambungnya.

Sama dengan Luthfi, atlet Cabor atletik yang bernama Budi juga ikut menyuarakan haknya. Budi merupakan peraih medali emas di PON 2024, yang baru menerima bonus sebanyak 45 persen. 

"Saya dapat medali emas, bonusnya Rp300 juta. Kemarin dibayar 45 persen, Rp129 juta. Tapi yang saya terima Rp123 juta, karena dipotong pajak 5 persen," ujar Budi 

Budi berharap, sisa bonus tersebut segera dibayarkan.

"Harapannya segera dibayarkan semuanya, jangan janji-janji saja, karena sudah dua tahun kami menunggu," pungkas Budi.

1. Atlet disabilitas ikut aksi, naik travel dari Rohul ke Pekanbaru

20260807_151653.jpg
Niken, atlet Peparnas Solo 2024 yang meraih 6 medali (IDN Times/ istimewa)

Masih dalam aksi tersebut, tampak seorang atlet disabilitas menggunakan kursi roda, namanya Niken. Dia merupakan atlet anggar kursi roda.

Niken rela jauh-jauh datang dari Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ke Kota Pekanbaru dengan menggunakan travel. Dia ikut bergabung dengan atlet dan pelatih lainnya untuk memperjuangkan haknya pasca meraih medali di Peparnas Solo 2024.

Dalam aksinya, Niken juga menggunakan seragam Peparnas dan di lehernya tergantung 6 medali, diantaranya 1 perak dan 5 perunggu.

"Saya naik travel ke Pekanbaru. Sendiri saja, berharap bonus bisa cair. Karena sudah dua tahun menunggu baru 45 persen yang dibayar," ucap Niken. 

Niken mengungkap, bahwa dirinya sangat membutuhkan bonus itu menyambung hidupnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Niken menjahit dan berjualan.

"Sangat berdampak ke kebutuhan kami. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami harus kerja sampingan. Kalau saya menjahit dan jualan," ungkap Niken.

Niken berharap, Pemerintah Provinsi Riau segera membayar bonus tersebut.

"Mohon dicairkan lah bonus kami pak. Karena kami sangat butuh," pungkasnya.

2. Mau nangis lihat perjuangan atlet

20260807_152129.jpg
Para atlet dan pelatih menyampaikan kekecewaannya kepada Pemerintah Provinsi Riau karena bonus PON-Peparnas 2024 tak dicairkan (IDN Times/ istimewa)

Disisi lain, pelatih atlet Cabor tinju Darman menyebut, bonus yang belum dicairkan sangat berdampak besar kepada kehidupan atlet, yang berjumlah 200 orang. Dimana, atlet sangat membutuhkan bonus itu untuk biaya hidup dan untuk berlatih sehari-hari.

"Atlet ini banyak yang tidak punya pekerjaan. Sekarang ini ada yang ngojek online, jualan dan sebagainya," sebut Darman.

Jika bonus sudah dicairkan, dilanjutkannya, atlet bisa kembali fokus berlatih, terutama untuk persiapan pra PON untuk tahun 2028.

Darman menanggapi soal pernyataan Pemprov Riau yang menyebut bonus belum dicair karena efisiensi anggaran. Menurutnya semua provinsi mengalami defisit anggaran. Namun dia mempertanyakan mengapa hanya Provinsi Riau yang belum selesai pembayaran bonus.

"Hanya Riau yang belum selesai pembayaran bonus. Sementara daerah lain yang PAD-nya jauh lebih rendah dari Riau, sudah selesai tahun 2025. Sedangkan Riau dikenal daerah kaya. Contohnya, kalau kita jumpa kawan-kawan di luar daerah, mereka bilang Riau ini kaya sekali. Makanya kita malu rasanya urusan bonus belum juga selesai," ujar Darman.

Darman berharap, kepada pemerintah untuk dapat menyelesaikan bonus atlet. Sebab, mereka sudah berjuang memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Bumi Lancang Kuning.

"Jujur saja tadi saya mau menangis melihat perjuangan kawan-kawan atlet. Kampung mereka jauh di luar Kota Pekanbaru. Mereka datang jauh-jauh ke Pekanbaru untuk mendapatkan haknya, karena mereka sudah berbuat. Dia tidak minta-minta, tapi haknya diberikan, itu yang diharapkan," ungkap Darman.

3. Ini kata Kadispora

20260523_144852.jpg
Kadispora Provinsi Riau Yurnalis (IDN Times/ Fanny Rizano)

Saat aksi, para atlet dan pelatih ditemui Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau Yurnalis. Kepada awak media dia mengatakan, pemerintah akan berusaha membayar sisa bonus tersebut.

"Ini tetap menjadi atensi pak Gubernur Riau. Buktinya SK untuk pembayaran sisa bonus sudah ditandatangani gubernur," kata Yurnalis.

Yurnalis menjelaskan, yang menjadi persoalan saat ini adalah kondisi keuangan daerah yang tidak memungkinkan. Sehingga pembayaran sisa bonus atlet dan pelatih terpaksa tertunda.

"Tetapi tetap jadi atensi. Tapi kalau uangnya belum ada mau apa kita. Tahap pertama kan sudah dibayar tahun lalu 50 persen. Sisanya 50 persen mau dibayarkan lagi. Total sisa bonus itu Rp28 miliar lagi," ata Yurnalis.

Yurnalis menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa memastikan kapan akan dibayarkan bonus tersebut. Namun demikian, begitu ada uang, bonus akan dibayarkan langsung kepada atlet dan pelatih.

"Kalau bicara waktunya kapan, saya tidak berani menyampaikan. Tapi, kita usahakan secepatnya. Kalau sudah ada uangnya langsung kita bayar. Tadi sudah sampaikan ke mereka, mohon bersabar dan dukungan serta doanya," pungkas Yurnalis.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More