Sekolah Rakyat Medan Tampung 1.080 Siswa, Siswa Desil 1-2 Dijamin Negara

Pemerintah meninjau Sekolah Rakyat Medan; program ini telah hadir di lebih dari 180 titik nasional, dengan 90 bangunan permanen dan lebih dari 44 ribu siswa.
Sekolah Rakyat Medan menyediakan pendidikan, asrama, makan, dan tempat ibadah. Pembelajaran digital memakai layar interaktif diterapkan bagi siswa SD, SMP, dan SMA.
Kuota Sekolah Rakyat Medan mencapai 1.080 siswa dari keluarga Desil 1-2 melalui verifikasi lapangan. Sekolah masih memakai guru rintisan dan berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Medan, IDN Times – Pemerintah pusat meninjau Sekolah Rakyat di Kota Medan yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Kunjungan dilakukan untuk memastikan operasional bangunan permanen dan proses belajar mengajar berjalan sesuai amanat presiden.
Deputi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) III RI Kurnia Ramadhana mengatakan, hingga saat ini Sekolah Rakyat telah hadir di lebih dari 180 titik di Indonesia. Sebanyak 90 titik di antaranya sudah berstatus bangunan permanen dengan jumlah siswa lebih dari 44 ribu orang.
"Kami datang ke Kota Medan untuk melihat langsung bagaimana bangunan permanen dan operasional Sekolah Rakyat yang ada di Kota Medan. Setelah meninjau, fasilitasnya sudah sangat baik, proses belajar mengajar juga sudah berjalan," ujar Kurnia, pada Jumat (25/9/2026).
1. SR tidak hanya aspek pendidikannya saja yang dijamin, tapi hidup keseluruhan siswa

Deputi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) III RI Kurnia Ramadhana meninjau Sekolah Rakyat di Medan (Dok. Hutapea) Menurut Kurnia, Sekolah Rakyat Medan tidak hanya menyediakan ruang kelas, tetapi juga dilengkapi asrama, tempat makan, dan tempat ibadah. Hal itu sejalan dengan keinginan Presiden Prabowo yang tidak hanya menjamin aspek pendidikan, tetapi juga kehidupan siswa secara keseluruhan.
"Presiden ingin tidak hanya aspek pendidikannya saja yang dijamin, tapi hidup keseluruhan siswa juga dijamin oleh negara. Ada asrama tempat tinggal, ada makan pagi, siang, malam, dan tempat ibadah," katanya.
2. Transformasi pendidikan ke ranah digital juga dinilai sudah berjalan

Deputi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) III RI Kurnia Ramadhana meninjau Sekolah Rakyat di Medan (Dok. Hutapea) Dia menilai transformasi pendidikan ke ranah digital juga sudah berjalan. Di Sekolah Rakyat Medan, siswa SD, SMP, dan SMA sudah menggunakan layar interaktif pintar untuk menunjang pembelajaran, termasuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan peningkatan literasi di perpustakaan.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat SD dan SMP Medan Syahripal Putra menjelaskan, kuota total Sekolah Rakyat Medan sebanyak 1.080 siswa. Rinciannya 440 siswa SD dan masing-masing 270 siswa SMP dan SMA.
Untuk perekrutan, pihaknya mengacu Peraturan Menteri Sosial dengan menyasar anak-anak dari Desil 1 dan Desil 2 berdasarkan data BPS yang muncul di aplikasi SIKS-NG Kemensos. Tim Dinas Sosial bersama pendamping PKH melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan kondisi orang tua, status rumah, hingga kerentanan putus sekolah.
"Tidak ada rekomendasi. Kita ground check data BPS, kita olah, kita lihat siapa yang paling layak, kemudian kita kunjungi dan tanyakan keinginannya," ujar Syahripal.
3. Saat ini masih menggunakan guru rintisan

Deputi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) III RI Kurnia Ramadhana meninjau Sekolah Rakyat di Medan (Dok. Hutapea) Terkait tenaga pendidik, saat ini masih menggunakan guru rintisan, yakni 17 guru SMA dan 2 guru SD. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Pemko Medan dan Pemprov Sumut untuk pemenuhan guru, khususnya guru agama yang masih kekurangan.
"Pemko sudah membantu sebanyak tiga guru SD. Kami juga boleh mengambil guru yang kredibel dan nanti akan di-SK-kan oleh Kemensos sesuai aturan," katanya.
Kurnia menambahkan, pemerintah pusat berharap kuantitas guru dapat seimbang dengan jumlah murid agar proses belajar optimal. Ia menegaskan, lulusan Sekolah Rakyat akan terus dipantau dan difasilitasi sesuai bakat dan minat.
"Anak yang punya kemampuan kuliah akan kita kuliahkan, yang ingin ikatan dinas akan kita latih, yang ingin menjadi tenaga kerja terampil akan bekerja sama dengan Kemnaker dan Kemdiktisaintek, TNI, Polri, hingga yang ingin berwirausaha akan kita fasilitasi. Mereka harus menjadi agen perubahan dan pemutus mata rantai kemiskinan," ujar Kurnia.
Ia menekankan, Sekolah Rakyat hadir untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bermimpi dan mendapat pendidikan bermutu yang mengikuti perkembangan zaman.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















