Informasi tersebut sesuai laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalopspb) BPBA hingga Rabu (3/6/2026).
Luas Karhutla di Aceh Barat dan Nagan Raya Capai 114,1 Hektare

- BPBA mencatat total luas karhutla di Aceh Barat dan Nagan Raya mencapai sekitar 114,1 hektare hingga awal Juni 2026.
- Di Aceh Barat, kebakaran meluas menjadi 24,1 hektare dengan sebagian besar titik api di Kecamatan Bubon yang masih dalam proses pemadaman.
- Di Nagan Raya, sekitar 90 hektare lahan terbakar dan meski sebagian sudah dipadamkan, cuaca panas serta angin kencang berpotensi memperluas api sementara penyebabnya masih diselidiki.
1. Karhutla di Kabupaten Aceh Barat kian meluas, kini menjadi 24,1 hektare

Berdasarkan informasi yang IDN Times dapatkan sebelumnya, karhutla di Kabupaten Aceh Barat terjadi pada Sabtu (30/5/2026) dengan luas sekira dua hektare. Karhutla belakangan meluas hingga kini lebih kurang menjadi 24,1 hektare.
“Total luas lahan yang terbakar lebih kurang 24,1 hektare dengan rincian, di Kecamatan Bubon 20 hektare, Kecamatan Johan Pahlawan 1,5 hektare, Kecamatan Arongan Lambalek 1 hektare, dan Kecamatan Meureubo 1,6 hektare,” kata Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, Kamis (4/6/2026).
Karhutla di tiga kecamatan kini telah berhasil ditangani. Hanya tinggal di Kecamatan Bubon yang baru sekira 50 persen dan tim gabungan masih berupaya melakukan pemadaman.
2. Di Kabupaten Nagan Raya, karhutla mencapai 90 hektare

Di Kabupaten Nagan Raya, kata Bahron Bakti, luas karhutla mencapai 90 hektare. Karhutla yang terjadi sejak Jumat (29/5/2026) itu tersebar di Gampong Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur dan Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.
“Dampak material dari kejadian tersebut adalah lebih kurang 90 hektare lahan terbakar,” kata Kepala Pelaksana BPBA.
Hingga kini tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan instansi terkait lainnya masih berupaya memadamkan api dengan menggunakan dua unit mesin pompa dan mobil pemadam kebakaran.
Bahron Bakti menyebutkan api baru bisa dipadamkan sekitar lebih kurang 80 hektare. Meski demikian, kebakaran berpotensi meluas karena melihat cuaca panas disertai angin.
“Yang belum bisa dipadamkan diperkirakan akan meluas mengingat kondisi cuaca yang panas dan angin kencang,” ujar Bahron Bakti.
3. Kasus masih penyelidikan, kebakaran menyebabkan terganggunya pernapasan warga

BPBA belum mengetahui secara pasti penyebab karhutla hingga lebih 100 hektare tersebut. Kasus masih dalam penyelidikan pihak berwajib.
Meski tidak ada korban jiwa, akan tetapi dampak asap dari karhutla dikatakan Bahron Bakti menyebabkan terganggunya pernapasan warga.

















