Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Desa Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO

Desa Bawomataluo Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO
Tari Perang yang ada di Desa Wisata Bawomataluo, Nias (commons.wikimedia.org/A Teach)
Intinya Sih
  • Pemerintah Sumatera Utara mengusulkan Desa Bawomataluo di Nias Selatan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena nilai budaya megalitik dan tradisi adatnya yang masih terjaga.
  • Desa ini sudah masuk tentative list UNESCO sejak 2009, dan kini Pemprov Sumut tengah menyusun dokumen resmi seperti dossier serta Preliminary Assessment untuk pengajuan penuh.
  • Bawomataluo dikenal dengan rumah adat Omo Sebua dan tradisi lompat batu Fahombo, namun pelestariannya terkendala anggaran di tengah banyaknya situs budaya yang belum terlindungi optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mendorong pengakuan internasional untuk Desa Bawomataluo dengan mengusulkannya sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Desa adat yang terletak di Kabupaten Nias Selatan ini dinilai memiliki kekayaan budaya megalitik yang unik dan masih terjaga hingga kini, mulai dari arsitektur tradisional hingga ritual adat.

“Saat ini kami sedang memroses Desa Bawomataluo agar dapat menjadi situs warisan UNESCO,” ujar Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, Rabu (1/4/2026).

1. Sudah masuk tentative list UNESCO sejak 200

tradisi lompat batu di Desa Bawomataluo (instragram.com/abdulbatubara)
tradisi lompat batu di Desa Bawomataluo (instragram.com/abdulbatubara)

Desa Bawomataluo sebenarnya bukan nama baru dalam daftar warisan dunia. Desa ini telah masuk tentative list UNESCO sejak 2009.

Saat ini, Pemprov Sumut tengah melanjutkan proses dengan menyusun dokumen penting seperti dossier dan Preliminary Assessment sebagai syarat pengajuan resmi.

2. Punya keunikan budaya megalitik dan tradisi lompat batu

Yudha Pohan saat berada di Bawomataluo (Instagram.com/yudhapohan)
Yudha Pohan saat berada di Bawomataluo (Instagram.com/yudhapohan)

Desa Bawomataluo dikenal dengan kekayaan budaya megalitik yang masih hidup dalam keseharian masyarakat.

Salah satu ikon utamanya adalah Omo Sebua, rumah adat raja yang telah berdiri lebih dari 200 tahun. Selain itu, tradisi Fahombo atau lompat batu masih dilestarikan hingga kini dan menjadi daya tarik wisata utama. Letaknya yang berada di ketinggian sekitar 324 mdpl juga memperkuat karakter permukiman tradisional yang khas.

3. Tantangan: pelestarian dan dukungan anggaran

tradisi lompat batu di Desa Bawomataluo (instragram.com/abdulbatubara)
tradisi lompat batu di Desa Bawomataluo (instragram.com/abdulbatubara)

Di balik potensi besar tersebut, upaya pelestarian cagar budaya di Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan, terutama keterbatasan anggaran. Data Pemprov Sumut mencatat terdapat 894 cagar budaya di kabupaten/kota dan 46 di tingkat provinsi. Namun, tidak semuanya mendapat perlindungan optimal.

Pemerintah pun mendorong peningkatan status sejumlah situs menjadi cagar budaya nasional agar mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More