Kijang Terjun ke Lae Kombih, Sepasang Suami Istri Belum Ditemukan

- Sebuah mobil Toyota Kijang Innova terjun ke Sungai Lae Kombih di Pakpak Bharat pada Senin malam, menyebabkan dua penumpangnya yang merupakan pasangan suami istri belum ditemukan.
- Tim SAR gabungan telah melakukan pencarian hingga hari kedua dengan membagi dua unit pencarian, menggunakan drone termal dan penyisiran darat di sepanjang aliran sungai.
- Operasi pencarian melibatkan Basarnas Medan, BPBD Pakpak Bharat, kepolisian, pemerintah daerah, serta keluarga korban untuk memaksimalkan efektivitas dan keselamatan proses evakuasi.
Medan, IDN Times – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap dua korban kecelakaan mobil yang terjun ke aliran Sungai Lae Kombih. Hingga hari kedua operasi, korban belum ditemukan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin malam (30/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, ketika satu unit mobil minibus jenis Toyota Kijang Innova dilaporkan jatuh ke jurang dan masuk ke sungai di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.
“Hingga akhir pencarian hari kedua sore ini, tim belum menemukan keberadaan korban,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, Rabu (2/4/2026).
1. Dua korban masih dalam pencarian

Kecelakaan terjadi di Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Mobil yang membawa dua orang penumpang diduga kehilangan kendali sebelum akhirnya terjun ke jurang dan masuk ke sungai.
Dua korban yang masih dalam pencarian adalah pasangan suami istri, Rudi Simanjuntak (40) dan Risma Tumangger (39), warga Kota Subulussalam, Aceh. Laporan kejadian pertama kali diterima dari BPBD Pakpak Bharat pada Selasa (31/3/2026), sebelum diteruskan ke tim SAR untuk penanganan lebih lanjut.
2. Tim SAR membagi tugas menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU)

Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi tugas menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU pertama melakukan pencarian menggunakan drone termal dengan jangkauan hingga 5 kilometer, menyisir area dari lokasi kejadian hingga ke arah wilayah Subulussalam.
Sementara SRU kedua melakukan penyisiran darat di sepanjang aliran sungai sejauh sekitar 1 kilometer ke arah hilir, termasuk memasang jaring di titik-titik yang dicurigai.
3. Pencarian melibatkan banyak pihak

Metode ini dilakukan untuk memaksimalkan peluang menemukan korban di medan yang cukup sulit. Operasi pencarian ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Basarnas Medan, BPBD Pakpak Bharat, kepolisian, pemerintah setempat, hingga masyarakat dan keluarga korban.
“Operasi ini dilakukan secara terpadu dengan fokus utama pada keselamatan dan efektivitas pencarian,” kata Hery.


















