Alumni MAN 1 Tapanuli Tengah, Nur Khafipa Lubis (Dok. Kemenag Sumut)
Program yang diikuti Sri Mupliha dan Nur Khafipa memberikan fasilitas beasiswa penuh. Cakupannya meliputi biaya kuliah, asrama, dan bantuan uang buku.
Selain itu, lulusan juga memiliki peluang langsung bekerja sesuai bidang keahlian setelah menyelesaikan pendidikan. Bidang Power Battery Technology saat ini menjadi salah satu jurusan yang dibutuhkan industri energi dunia.
Kepala MAN 1 Tapanuli Tengah, Elmaryanti Marbun, menyampaikan apresiasi atas prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras, ketekunan, doa, serta dukungan orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar madrasah.
"Keberhasilan ini kami harapkan menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan prestasi, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan global," ucap Elmaryanti.
Ia menegaskan MAN 1 Tapanuli Tengah berkomitmen mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
"Madrasah terus mendorong peserta didik mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik agar mampu meraih berbagai peluang pendidikan, baik di dalam maupun di luar negeri," pungkasnya.
Keberhasilan dua alumni ini menjadi bukti bahwa lulusan madrasah memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat internasional.